BANGKINANG KOTA, AmiraRiau.com- Bawaslu Kabupaten Kampar mendorong penguatan pendidikan demokrasi dan partisipasi pemilih pemula di kalangan santri melalui kegiatan olahraga.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Humas Bawaslu Kampar, Fadriansyah, S.Pd., pada penutupan Turnamen Mini Soccer Santri Championship Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Kampar Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut ditutup dengan pertandingan final antara Pondok Pesantren Darussakinah dan Pondok Pesantren Sech Burhanuddin. Dalam laga yang berlangsung ketat, Ponpes Darussakinah berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Ponpes Sech Burhanuddin dengan skor tipis 1-0.
Penutupan turnamen secara resmi dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kampar, Dr. H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Kemenag Kabupaten Kampar melalui Kasi Pendidikan Agama Islam (Pendais), Ketua FKPP Kabupaten Kampar Dr. Muhammad Amin, M.Pd., Ketua Yayasan Dokter Jasnimar, Anggota DPRD Provinsi Riau Efrinaldi, S.H., Fadriansyah dari Bawaslu Kampar, serta jajaran Koramil Kampar.
Dorong Pendidikan Pemilih di Kalangan Santri
Kehadiran Bawaslu Kampar dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lingkungan pondok pesantren.
Melalui forum kepemudaan dan kegiatan olahraga, Bawaslu Kampar berharap nilai-nilai demokrasi, kesadaran politik, serta partisipasi masyarakat dapat tumbuh sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda dan pemilih pemula dari lingkungan pesantren.
Santri sebagai bagian dari generasi penerus bangsa dinilai memiliki peran penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Karena itu, pendidikan pemilih perlu terus diperkuat agar generasi muda memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kampar, Fadriansyah, S.Pd., berharap Turnamen Mini Soccer Santri Championship FKPP Kampar Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, penanaman nilai sportivitas, serta mempererat kebersamaan ant santri.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan generasi muda seperti ini dapat menjadi ruang positif untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.
Melalui momentum peringatan Hari Santri Nasional, Bawaslu Kampar berharap sinergi dengan pondok pesantren dapat terus ditingkatkan, sehingga pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif semakin dikenal serta dipahami oleh kalangan santri dalam menyongsong Indonesia Emas.***
Penulis: Ali Akbar
Editor: Hasbi