Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

I

Isman

Senin, 13 April 2026 | 09:47 WIB

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun
Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah menjadi jamaah calon haji termuda nasabah BRK Syariah tahun 2026.

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Di tengah anggapan bahwa ibadah haji identik dengan usia matang, dua mahasiswa asal Pekanbaru justru membuktikan sebaliknya. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah menjadi jamaah calon haji termuda nasabah BRK Syariah tahun 2026.

Azka, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau semester 4, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka bisa mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci di usia muda.

“Alhamdulillah ini benar-benar di luar dugaan saya. Sangat bersyukur bisa dipanggil lebih awal,” ujarnya.

Putra sulung dari empat bersaudara ini memang telah dipersiapkan sejak kecil. Sang ibu, Okta Linda seorang notaris di kawasan Harapan Raya mendaftarkannya haji sejak usia 5 tahun melalui BRK Syariah. Tahun ini, Azka akan berangkat bersama ibunya.

Bagi Azka, keputusan berhaji sejak dini bukan tanpa alasan. Ia ingin memulai perjalanan spiritual lebih cepat, selagi masih memiliki kemampuan fisik dan kesempatan.

“Selain menabung, saya juga mempersiapkan diri dengan belajar manasik dan memperkuat mental,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Ia menyebut orang tua sebagai sosok yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga arahan dalam memahami makna ibadah haji.

Azka berharap, perjalanan ini menjadi titik awal perubahan dalam hidupnya.

“Semoga setelah pulang, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih matang dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Senada dengan Azka, Muhammad Nazib Habibbullah mahasiswa Manajemen Universitas Riau semester 4 juga menjadi jamaah termuda yang akan berangkat tahun ini. Nazib dijadwalkan tergabung dalam kloter 3, rombongan pertama dari Riau yang berangkat ke Tanah Suci.

Nazib akan menunaikan ibadah haji bersama keluarganya sang ibu Dewi Kartini (51), ayah (56), dan kakaknya (25). Ia sendiri telah didaftarkan sejak 2018, sementara sang kakak lebih dahulu mendaftar pada 2016.

“InsyaAllah tahun ini kami bisa berangkat bersama sekeluarga. Ini momen yang sangat kami nantikan,” ujar Nazib didampingi ibunya.

Bagi Nazib, perjalanan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat ikatan keluarga dalam suasana spiritual yang mendalam.

Kisah Azka dan Nazib menjadi pengingat bahwa haji bukan semata tentang usia, melainkan kesiapan dan niat. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, keduanya mampu membagi waktu antara aktivitas akademik dan persiapan manasik.

Azka pun menyampaikan pesan kepada generasi muda seusianya agar tidak menunda merencanakan ibadah haji.

“Mulai dari sekarang. Haji bukan hanya untuk yang sudah tua. BRK Syariah juga sangat membantu mewujudkan berangkat haji muda melalui Tabungan Haji Muda. Menabung sedari dini untuk mendapatkan porsi haji,” pesannya.

Perjalanan mereka ke Tanah Suci bukan sekadar ritual, tetapi juga langkah awal menuju perubahan diri, membawa harapan, kedewasaan, dan makna hidup yang lebih dalam.***