JAKARTA, AmiraRiau.com - Pemerintah akan menerapkan sistem baru registrasi kartu SIM seluler berbasis biometrik mulai 1 Juli 2026. Melalui kebijakan ini, masyarakat yang membeli nomor telepon baru wajib melakukan verifikasi menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition).
Sistem tersebut menggantikan metode registrasi sebelumnya yang mengandalkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).
Masyarakat bakal punya cara baru untuk melakukan registrasi Sim Card mulai 1 Juli 2026 mendatang. Mulai pekan depan, registrasi pengguna seluler baru bukan lagi menggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga, melainkan dengan face recognition.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan persiapan penyelenggaran sudah dalam tahap akhir dan tengah dilakukan review untuk semua prosesnya. Minggu depan akan diumumkan bahwa program sudah siap dilakukan.
"Iya, ini udah proses sudah tahap akhir kita review semuanya. Kalau sudah siap kita umumkan 1 Juli 2026," kata Edwin, ditemui dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Direktur Eksekutif ATSI Marwan O Baasir memastikan pihak operator seluler siap melakukan registrasi dengan pengenalan wajah. Selama uji coba sejak Januari hingga Juni sekitar 2,3 hingga 2,4 juta pengguna telah melakukan registrasi.
"Tapi ini kan keseluruhan pelanggan baru, jadi pelanggan baru ya, pelanggan baru secara nasional tidak menggunakan NIK NoKK lagi, tapi seluruhnya sudah biometrik. Seluruhnya biometrik. Jadi kesiapannya insya Allah sudah siap," ucapnya.
Aturan tersebut hanya berlaku untuk pengguna baru saja. Sejauh ini, pengguna lama belum diwajibkan.
Marwan mengatakan pihaknya mengharapkan re-registrasi tidak perlu dilakukan. Karena sebenarnya pelanggan lama sebelum peraturan terkait registrasi biometrik sudah teregistrasi.
Ditanyakan terkait hal tersebut, Edwin mengatakan perlu melihat lagi nanti. Untuk aturan yang sekarang, pihak kementerian akan melihat beberapa hal selama 6 bulan berikutnya, termasuk infrastruktur sistem registrasi yang dilakukan.
"Nanti kita lihat kalau memang sudah rapi semuanya, dan itu memang ada impactnya, benefitnya. Kita mengurangi misalnya, nomor-nomor nggak jelas, mengurangi scam call, dan lain-lain," ucapnya.***