Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 Resmi Dimulai, Sasar 7 Pelanggaran Prioritas, Berakhir 30 November

A

administrator

Senin, 17 November 2025 | 00:00 WIB

Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 Resmi Dimulai, Sasar 7 Pelanggaran Prioritas, Berakhir 30 November

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Direktorat Lalulintas Polda Riau dan jajaran hari ini resmi memulai Operasi Zebra Lancang Kuning 2025. Operasi tahunan ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan fokus utama menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas menjelang Operasi Lilin 2025.

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, SIK MH MHum, dengan mengerahkan total 967 personel (122 Polda dan 846 Polres jajaran).

Kapolda menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan di Riau yang pada tahun 2024 mencapai 2.131 kasus dengan 446 korban meninggal dunia. Tujuh sasaran pelanggaran yang akan menjadi prioritas penindakan adalah:

1. Berkendara melawan arus.

2. Melebihi batas kecepatan.

3. Tidak memakai helm SNI.

4. Menggunakan ponsel saat berkendara.

5. Pengendara di bawah umur.

6. Berboncengan lebih dari satu orang.

7. Mengemudi dalam pengaruh alkohol.

Kapolda juga menyoroti masalah Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan diperkuat patroli dan pengawasannya bersama Dinas Perhubungan.Operasi Zebra tahun ini turut diwarnai dengan program Green Policing Care, sebuah pendekatan kepolisian ramah lingkungan. Melalui penanaman pohon bersama pelajar SMK dan edukasi peduli lingkungan, Polda Riau ingin mendorong kesadaran bahwa keselamatan jalan dan kelestarian alam berjalan seiring.

“Lingkungan yang tertata mendukung jalan yang aman. Keselamatan dan kelestarian saling berkaitan,” jelas Kapolda.

Dalam sesi tanya jawab, Kapolda menyoroti persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilai merusak jalan dan membahayakan pengguna lain. Ia menegaskan bahwa Polda Riau akan memperkuat patroli dan pengawasan bersama Dinas Perhubungan.

Menutup kegiatan, Kapolda mengajak masyarakat untuk disiplin berlalu lintas, mulai dari memakai helm SNI, mematuhi batas kecepatan, tidak menggunakan handphone saat berkendara, hingga memastikan anak-anak tidak mengemudi sebelum cukup umur. Ia juga meminta dukungan pada program Green Policing dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari wujudkan Riau yang aman, nyaman, dan berkeselamatan menjelang Operasi Lilin 2025,” pungkasnya.***