JAKARTA, AmiraRiau.com - Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan puasa Ramadhan. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan menyatakan pelaksanaan MBG hanya mengalami penyesuaian teknis.
Untuk pesantren, waktu makan MBG digeser ke sore hari selama Ramadhan.
“Program MBG bulan puasa tetap jalan,” ujar Zulkifli usai memimpin Rapat Terbatas Tingkat Menteri Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Sekolah nonmuslim tetap menerima MBG seperti hari biasa tanpa perubahan waktu.
“Sekolah yang nonmuslim seperti biasa,” ucapnya.
Sementara itu, sekolah umum dengan peserta didik muslim menerima makanan kering. Pemberian MBG bagi ibu hamil dan balita tetap berjalan normal.
Zulkifli menegaskan penyesuaian dilakukan agar program tetap tepat sasaran.
“Hari ini ada perubahan, tapi ini hanya penyesuaian saja,” katanya.
Hingga saat ini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG telah mencapai 22.091 unit di seluruh Indonesia. Penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis telah melampaui 60 juta orang dari berbagai kelompok sasaran.
Program ini juga menyerap tenaga kerja secara signifikan di berbagai sektor pendukung. Sebanyak 32 ribu tenaga kerja berstatus PPPK sedang diproses untuk mendukung operasional program.
Selain itu, tenaga kerja pada SPPG tercatat mencapai lebih dari 924 ribu orang secara nasional. Program MBG juga melibatkan 68.551 pemasok bahan pangan yang mayoritas berasal dari pelaku UMKM.
Jumlah mitra aktif dalam program ini tercatat sebanyak 21.413 mitra di berbagai daerah. "Mitra ada 21.413, ini yang langsung-langsung, jadi bayangkan dampaknya kalau PBB itu mengatakan satu dolar bisa jadi 23 dolar, bakal lebih dampaknya, ini yang langsung," katanya.***