PEKANBARU, AmiraRiau.com– Pemerintah pusat segera mengirimkan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke Provinsi Riau. Bantuan ini merupakan respons cepat setelah Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur, mengungkapkan bahwa pesawat tersebut dijadwalkan tiba dalam pekan ini. Operasi akan langsung dilakukan guna memanfaatkan awan potensial yang masih tersedia untuk menciptakan hujan buatan.
Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, hingga Manggala Agni masih berjibaku memadamkan api di tiga wilayah utama, yaitu Kabupaten Pelalawan yang diketahui kebakaran hebat melanda Pulau Mendol. Penanganan di lokasi ini dinilai paling sulit karena akses darat yang terbatas dan belum adanya dukungan dari udara. BPBD Riau telah mengerahkan 12 personel tambahan yang sudah bekerja selama lima hari di lokasi.
Selanjutnya Kabupaten Bengkalis, dimana titik api terdeteksi di Desa Damai (Kecamatan Air Putih) dan Desa Tanjung Leban (Kecamatan Rupat). Tim fokus pada pemadaman agar api tidak meluas ke pemukiman atau hutan lindung dan Kota Dumai. Kebakaran di wilayah Bukit Timah dan Lubuk Gaung sudah berhasil dikendalikan. Saat ini, tim di lapangan tengah melakukan proses pendinginan (mopping up) guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Terkait kebutuhan bantuan udara lainnya, Jim Gafur menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi dari BNPB untuk helikopter water bombing dan patroli.
"Secara lisan sudah kami sampaikan ke BNPB. Saat ini kami sedang menunggu surat resmi ditandatangani oleh Bapak Gubernur sebelum dikirimkan ke pusat," jelas Jim Gafur.
Pemerintah Provinsi Riau berharap kehadiran pesawat OMC dan menyusulnya helikopter water bombing dapat menekan luas lahan yang terbakar, terutama di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat seperti di Pulau Mendol.***