PEKANBARU, AmiraRiau.com - Provinsi Riau pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, mendapatkan sebanyak 14 ekor sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Sapi-sapi kurban tersebut diperuntukkan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, 12 pemerintah kabupaten/kota dan satu tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, sebelum pemerintah pusat menentukan sapi kurban bantuan presiden ke Riau. Terlebih dahulu pihaknya mengajukan sapi hasil seleksi dari kabupaten/kota, dengan kriteria utama bobot hidup terbesar di masing-masing daerah.
“Untuk bantuan Presiden tingkat provinsi, yang saat itu diusulkan adalah sapi dengan bobot paling berat dari seluruh kabupaten/kota di Riau. Sementara untuk kabupaten/kota, diambil dari sapi terberat di daerah masing-masing sesuai arahan Sekretariat Presiden dan Ditjen PKH,” ujar Mimi.
Dari hasil usulan tersebut, demikian Mimi, kemudian juga dilakukan verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil sapi yang diusulkan. Hasilnya, sapi-sapi tersebut dinilai layak dan akhirnya diputuskan untuk menjadi sapi kurban Presiden di Riau.
Mimi menegaskan, selain bobot, faktor kesehatan, kelayakan fisik, serta kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama dalam penilaian.
“Tidak hanya besar, sapi juga harus sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden,” tegasnya.
Program bantuan sapi Presiden ini menjadi agenda rutin setiap Idul Adha dan diharapkan mampu mendorong semangat peternak lokal untuk meningkatkan kualitas ternak mereka.
“Untuk lokasi penyembelihan hewan kurban bantuan presiden tersebut ditentukan oleh masing-masing kabupaten/kota. Dengan syarat lokasinya tidak sama dengan tahun sebelumnya,” ujarnya. ***