PEKANBARU, AmiraRiau.com - Calon Rektor Universitas Riau (Unri) Prof. Dr. Elfizar, S. Si, M.Kom menjadi perhatian publik dan civitas akademika. Bagaimana tidak, Profesor yang merakyat ini merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sangat fokus mewujudkan Universitas Riau sebagai Kampus Berkelas Dunia.
Prof Elfizar juga merupakan Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unri ini dengan tegas berkomitmen akan membangkitkan Kejayaan Unri sebagai Kampus Internasional
"Menjadikan Universitas Riau kelas dunia adalah visi besar kami, " ujar Prof Elfizar optimis kepada AmiraRiau.com, Minggu (24/5/2026)
Prof. Elfizar mengatakan, Visi ini akan didapat dengan dukungan empat hal yaitu kemajuan dan prestasi bidang kelembagaan, infrastruktur, dan IT. Kedua, kemajuan dan prestasi bidang akademik. Ketiga, kemajuan dan prestasi bidang SDM, dan keempat, kemajuan dan prestasi bidang kerja sama.
Selanjutnya, ke depan Unri diharapkan semakin meneguhkan karakternya sebagai kampus pendidikan yang mampu membangun kelembagaan berstandar internasional, menciptakan SDM bereputasi global, serta mengembangkan infrastruktur dan IT yang terdepan serta meluaskan jaringan kerja sama internasional sebagai upaya menuju kampus berkelas dunia.
Kampus juga harus mampu bekerjasama dengan universitas di kawasan Asia,, Eropa hingga Amerika dengan mendatangkan mahasiswa asing dan program pertukaran pelajar. Begitu juga para dosen pun diberikan kesempatan untuk mengajar di kampus mitra di luar negeri.
Pria yang lahir di Teluk Latak, Bengkalis, 27 Maret 1974 silam ini juga menegaskan keinginannya maju sebagai calon rektor ini adalah panggilan moral untuk membangun kembali marwah Unri di tingkat nasional dan internasional
“Saya lahir dan dibesarkan oleh Unri, maka sudah menjadi tanggung jawab moral saya untuk ikut mengembalikan kejayaan Unri agar kembali menjadi universitas terbaik dan mendunia,” ujarnya.
Mengusung tagline “UNRI BERKIBAR” yang merupakan akronim dari Bermutu, Kolaboratif, Indah dan Terbaharukan, Elfizar menawarkan gagasan pembenahan kampus yang berfokus pada tata kelola modern, pelayanan profesional dan penguatan jejaring strategis.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya soal akademik, tetapi juga kemampuan membangun sistem manajemen yang adaptif dan kompetitif.
“Kampus harus dikelola dengan tata kelola yang sehat dan modern. Pelayanan kepada dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan harus profesional, cepat dan berbasis teknologi. Kampus tidak boleh berjalan dengan pola lama di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat,” katanya.
Elfizar juga menambahkan, selain menjadikan kampus internasional salah satu prioritas yang diperkuat apabila terpilih menjadi rektor adalah membangun hubungan strategis dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia industri dan sektor swasta.
"Kekuatan perguruan tinggi di masa depan terletak pada kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor untuk mendukung riset, inovasi hingga pembiayaan program-program strategis kampus, " ungkap Elfizar
Selain itu, ia juga menaruh perhatian besar terhadap peran alumni. Elfizar menilai alumni Unri memiliki jaringan besar yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal untuk membantu kemajuan universitas.
“Alumni Unri banyak yang berhasil di pemerintahan, industri, dunia usaha maupun akademik. Itu potensi besar yang harus dirangkul untuk membantu pengembangan kampus, baik dalam kerja sama industri, riset maupun penguatan jejaring mahasiswa,” katanya.
Sebagai putra daerah Riau sekaligus alumni Unri, Elfizar juga membawa gagasan agar kampus lebih dekat dengan masyarakat desa dan daerah terpencil di Riau. Ia ingin Unri menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu membangun daerahnya sendiri.
“Anak-anak desa di Riau harus punya kesempatan besar untuk kuliah dan berkembang di kampus terbaik daerahnya sendiri. Unri harus hadir sebagai motor pembangunan daerah,” ujar ahli informatika Riau tersebut.***