PTPN IV PalmCo Disorot! Proyek Pemeliharaan Sei Kopas Diduga Jadi Lahan Basah Oknum Internal

F

Farhan Hasibuan

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:00 WIB

PTPN IV PalmCo Disorot! Proyek Pemeliharaan Sei Kopas Diduga Jadi Lahan Basah Oknum Internal

ASAHAN, AmiraRiau.com – Dugaan pelanggaran serius terhadap tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) kembali menerpa PTPN IV PalmCo Kebun Sei Kopas. Proyek pekerjaan pemeliharaan yang seharusnya dikelola secara profesional oleh vendor, diduga kuat dikerjakan langsung oleh oknum manajemen internal kebun demi meraup keuntungan pribadi.

Praktik ini mencuat setelah adanya informasi mengenai keterlibatan langsung jajaran pimpinan mulai dari Manager, Asisten Kepala (Askep), hingga Asisten terkait dalam pelaksanaan proyek di lapangan.

Ketua Mahasiswa Pemerhati Perkebunan Negara (MPPN), Ilham Juanda, S.H., dalam keterangan persnya menyebut fenomena di Kebun Sei Kopas ini sangat tidak lazim dan mencederai aturan administrasi BUMN.

"Ini aneh. Seharusnya manajemen melakukan pengawasan terhadap vendor, tetapi justru mereka yang mengerjakan sendiri. Vendor diduga hanya dijadikan 'bendera' untuk terima bersih, sementara pengerjaan dilakukan internal demi mendapatkan fee bagi oknum Manager," tegas Ilham Juanda, Selasa (3/2/2026).

Ilham menjelaskan bahwa pola "main dalam" ini sangat berpotensi merugikan perusahaan. Selain transparansi anggaran yang menjadi abu-abu, kualitas pengerjaan pun patut diragukan karena tidak adanya pengawasan independen.

Praktik ini dinilai bertentangan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang diusung PTPN Group, terutama dalam hal profesionalisme dan pencegahan konflik kepentingan (conflict of interest).

Hingga saat ini, manajemen Kebun Sei Kopas belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi kepada Manager kebun masih terus dilakukan namun belum membuahkan hasil.

MPPN mendesak manajemen PTPN IV PalmCo Regional untuk segera menurunkan tim audit internal guna melakukan pemeriksaan menyeluruh.

"Harus ada tindakan tegas. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap transformasi BUMN mencederai hanya karena ulah oknum yang mengejar setoran pribadi," pungkas Ilham.***

Penulis: Heru