Reuni Akbar MTsN 1 Siak Kenang Sejarah Madrasah Taufiqiyah Sejak Era Sultan

I

Isman

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40 WIB

Reuni Akbar MTsN 1 Siak Kenang Sejarah Madrasah Taufiqiyah Sejak Era Sultan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, jalan santai pada Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTs Negeri 1 Siak

SIAK, AmiraRiau.com- Lebih dari sekadar ajang temu kangen dan melepas rindu lintas generasi, sebuah perhelatan akbar di Kabupaten Siak berhasil menyelisik kembali lembaran sejarah emas peradaban Islam.

Ratusan alumni dari angkatan 1990 hingga 2026 melebur dalam Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTs Negeri 1 Siak, sebuah momentum besar untuk merefleksikan kembali peran strategis lembaga pendidikan ini sejak zaman kerajaan, Sabtu (18/07/2026).

Rangkaian acara sakral ini diawali dengan jalan santai massal yang dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, dari halaman utama MTsN 1 Siak di Jalan Raja Kecik, Kampung Dalam.

Para peserta menyusuri rute historis yang sarat memori, mulai dari Jalan Sutomo, melintasi gerbang megah Istana Asserayah Al Hasyimiah (Istana Siak), Jalan Pangeran, hingga finis kembali di sekolah.

Saat melintasi kawasan inti Istana Siak, para alumni diajak melakukan napak tilas spiritual. Di sanalah dahulu, persis di samping kompleks istana, berdiri bangunan asli Madrasah Taufiqiyah.

Lembaga pendidikan Islam legendaris ini didirikan pertama kali pada tahun 1917 di bawah titah langsung Pahlawan Nasional sekaligus Sultan Siak terakhir, Sultan Syarif Kasim II. Seiring dinamika zaman dan tuntutan modernisasi tata kelola pendidikan, madrasah bersejarah ini bertransformasi menjadi MTs Negeri 1 Siak yang kini berdiri kokoh di Jalan Raja Kecik.

"Reuni ini sengaja kami konsep berbeda. Kami menolak melupakan akar sejarah. Kami ingin generasi muda dan publik luas tahu bahwa MTsN 1 Siak saat ini memiliki silsilah perjuangan panjang sejak masa Kesultanan Siak. Sekolah ini adalah salah satu tiang penyangga utama tegaknya syiar pendidikan Islam di tanah Melayu," urai Ketua Panitia Pelaksana, Sujarwo.

Sekda Siak, Mahadar, dalam pidato arahannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif panitia yang berhasil mengawinkan agenda silaturahmi dengan edukasi sejarah lokal. Menurutnya, pondasi kebudayaan Siak sebagai pusat kebudayaan Islam tidak boleh lepas dari ingatan kolektif warganya.

"Pemerintah Kabupaten Siak sangat bangga melihat kebersamaan lintas generasi ini. Kegiatan ini bukan sekadar jalan sehat, tetapi penjaga gawang sejarah agar identitas pendidikan agama di Siak tetap lestari dan dikenal oleh generasi Z serta Alfa. Harapan kami, jaringan alumni yang kuat ini dapat terus berkontribusi memajukan mutu pendidikan Islam di Kabupaten Siak," papar Mahadar.

Suasana reuni ditutup dengan penuh kehangatan melalui dialog interaktif antar-angkatan, pembagian aneka hadiah menarik (doorprize) mulai dari fasilitas elektronik rumah tangga seperti kulkas dan kipas angin, perlengkapan ibadah, hingga perlengkapan sekolah untuk mendukung regenerasi prestasi siswa saat ini.***

Editor: isman

Sumber: MC Siak