PEKANBARU, AmiraRiau.com - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini masih terus menggesa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau. Kegiatan OMC tahap dua ini sudah dimulai sejak 28 Maret lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, OMC dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan hujan buatan guna membahasi lahan terutama lahan gambut di Riau.
“OMC di Riau sudah dilakukan sejak 28 Maret hingga saat ini. Total garam yang sudah disemai sebanyak 25 ton,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan OMC kali ini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu.
“OMC di fokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” ujarnya.
Selain adanya pesawat OMC, saat ini di Riau juga sudah terdapat dua unit helikopter untuk kegiatan water bombing. Dengan adanya tambahan bantuan helikopter tersebut, saat ini di provinsi Riau sudah terdapat empat helikopter untuk penanganan Karhutla. Yakni dua helikopter patroli dan juga dua helikopter water bombing.
“Saat ini sudah ada empat helikopter di Riau yang dapat digunakan untuk penanggulangan Karhutla. Dua unit untuk kegiatan patroli dan dua unit untuk water bombing,” ujarnya.
Untuk menambah kekuatan, Pihaknya juga sedang mengajukan untuk penambahan helikopter water bombing karena luasan Karhutla di Riau terus bertambah.
“Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang di proses karena untuk helikopter water bombing itu perizinannya cukup panjang,” paparnya.***