PEKANBARU, AmiraRiau.com — Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Kampar, Riau, yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya bertolak ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 15.26 WIB. Keberangkatan jamaah haji ini lebih lambat sehari dari jadwal semula akibat kendala teknis pesawat.
Seharusnya, 438 jemaah dan petugas itu sudah mengudara sejak Senin (27/4/2026) pagi. Namun pesawat yang akan mengangkut mereka dinyatakan bermasalah secara teknis, sehingga keberangkatan terpaksa dibatalkan.
Seluruh jemaah kemudian dipulangkan sementara ke hotel di Batam untuk beristirahat dan menginap semalam.
Setelah pesawat diperbaiki dan dinyatakan laik terbang, keberangkatan pun kembali dijadwalkan.
"Alhamdulillah, kemarin sore jemaah Kloter BTH 5 sudah diberangkatkan sekitar pukul 15.26 WIB tadi. Semua berjalan lancar," ujar Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Riau, Defizon, Rabu (29/4/2026).
Dari total 438 orang dalam kloter ini, rinciannya terdiri dari 431 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing KBIHU, dan 4 petugas kloter.
Namun tidak semua bisa ikut berangkat. Tiga jemaah masih harus menjalani perawatan di Batam dan didampingi tiga pendamping, sementara satu jemaah lain dilaporkan sakit di Kampar sejak sebelum keberangkatan.
Pihak penyelenggara memastikan seluruh jemaah yang tertinggal telah mendapat penanganan, akomodasi, dan pendampingan petugas haji selama masa penundaan.
Ia mengingatkan para jemaah untuk memanfaatkan kesempatan ibadah haji dengan sebaik-baiknya, menjaga kekhusyukan, serta senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.
“Fokuslah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jaga kondisi fisik, cukup istirahat, dan patuhi arahan dari petugas serta tim kesehatan. Cuaca di Tanah Suci tentu berbeda dengan di tanah air,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan selama menjalankan ibadah.
“Saling membantu dan menjaga satu sama lain. Jadikan perjalanan ini tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara sesama jemaah,” tambahnya. ***