Siak dan Ternate Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

I

Isman

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Siak dan Ternate Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, menghadiri pembukaan Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Benteng Oranje, Ternate, Rabu (26/8/2026).

TERNATE, AmiraRiau.com- Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antarkota untuk melestarikan warisan budaya nasional. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Benteng Oranje, Ternate, Rabu (26/8/2026).

Hadir mewakili Bupati Siak Afni Z, Mahadar mengungkapkan bahwa ajang tahunan yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini mengusung tema "Ternate Episentrum Rempah Dunia". Forum ini menjadi ruang strategis bagi Siak untuk bertukar inovasi dalam mengelola warisan sejarah sebagai aset pembangunan berkelanjutan.

Mahadar memaparkan bahwa Siak memiliki keanekaragaman pusaka yang sangat kaya, mulai dari peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, Kompleks Istana Siak, masjid dan makam bersejarah, hingga tradisi Melayu dan berbagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

"JKPI tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi ruang untuk bertukar pengalaman dan merumuskan strategi bersama agar warisan budaya tetap lestari sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pusaka bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan aset masa depan," tegas Mahadar.

Melalui Rakernas JKPI XII ini, Kabupaten Siak menargetkan dapat mengadopsi berbagai skema pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya tanpa mengikis nilai sejarah aslinya.

Ia menuturkan, keberhasilan pelestarian pusaka tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, melainkan butuh keterlibatan aktif komunitas budaya, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga generasi muda.

Sementara itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menegaskan pentingnya memperkuat identitas budaya lokal di tengah gempuran modernisasi perkotaan. Melalui City Branding "Ternate Kota Rempah", pihaknya mengajak seluruh daerah anggota JKPI untuk memimpin kembali narasi kejayaan sejarah demi kesejahteraan masyarakat modern.

Pembukaan forum tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia JKPI Rizal Marsaoly, Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal, serta puluhan kepala daerah, budayawan, dan akademisi dari seluruh Indonesia.***

Editor: Isman
Sumber: MC Siak