Siak Gaet PBB dan Swiss Garap Proyek ISPO Serta Proteksi Satwa

I

Isman

Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:13 WIB

Siak Gaet PBB dan Swiss Garap Proyek ISPO Serta Proteksi Satwa
Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi sekaligus memimpin kunjungan lapangan bersama delegasi UNDP,SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kemenko Bidang Perekonomian, serta Kementerian Pertanian.

SIAK, AmiraRiau.com- Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi tingkat tinggi sekaligus memimpin kunjungan lapangan bersama delegasi United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kemenko Bidang Perekonomian, serta Kementerian Pertanian di Kabupaten Siak, Jumat (19/6/2026).

Kunjungan bilateral ini diorientasikan untuk mengevaluasi implementasi regulasi "Siak Kabupaten Hijau" sebagai percontohan (role model) pembangunan yang mengawinkan kelestarian alam dengan pertumbuhan ekonomi. Bupati menegaskan bahwa mitigasi krisis iklim global memerlukan pendekatan komitmen lokal dan asistensi internasional.

"Visi untuk mewujudkan Kabupaten Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi tidak dapat dituntaskan sepihak oleh pemerintah daerah. Diperlukan konsolidasi multipihak melalui formula pentahelix yang melibatkan dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, hingga lembaga donor transnasional agar dampak perlindungan alam dirasakan langsung oleh masyarakat," urai Bupati Siak, Afni Z.

Kabupaten Siak telah mengunci regulasi penguatan lingkungan melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda) tentang Siak Kabupaten Hijau yang dioperasionalkan oleh Tim Siak Hijau. Wadah lintas sektoral ini bertugas memfasilitasi, menyelaraskan, dan memitigasi potensi tumpang tindih program kerja sama internasional agar berjalan linier dengan dokumen jangka menengah daerah.

Salah satu fokus operasional terpadu yang sedang berjalan adalah Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) yang difasilitasi oleh Daemeter dan Proforest.

Program lintas wilayah ini mengonsentrasikan sumber daya pada melakukan konservasi kawasan hutan tropis tersisa, rehabilitasi ekosistem hutan mangrove pesisir, serta restorasi hidrologi kubah gambut, menyediakan pendampingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi kelompok petani sawit swadaya guna menembus pasar ekspor Eropa tanpa melakukan deforestasi, serta mengamankan jalur jelajah satwa liar endemik yang terancam punah seperti harimau Sumatera, gajah, beruang madu, dan tapir guna menekan potensi konflik dengan populasi manusia.

Selain mematangkan konsep manajemen lingkungan hidup, Bupati Afni Z memanfaatkan momentum ini untuk melakukan diplomasi budaya. Jajaran utusan PBB dan diplomat Swiss diajak melihat secara langsung tata kota hijau serta mengunjungi Istana Siak Asserayah Al Hasyimiah sebagai representasi historis bahwa kearifan lokal Melayu telah lama berjalan selaras dengan hukum alam.

Pimpinan Proyek SPLP, Jimmy Widopo, menyampaikan apresiasi tertinggi atas konsistensi regulasi yang ditunjukkan oleh jajaran birokrasi Pemkab Siak. Komitmen ini dinilai menjadi modal utama yang menempatkan Siak sebagai mitra terpercaya bagi lembaga pendanaan global dalam proyek pembangunan hijau masa depan.***