SKK Migas Sumbagut dan KKKS Gandeng Warga Tanam 800 Mangrove di Meranti

I

Isman

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:13 WIB

SKK Migas Sumbagut dan KKKS Gandeng Warga Tanam 800 Mangrove di Meranti
SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau menyasar kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam kegiatan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026.

KEPULAUAN MERANTI, AmiraRiau.com – Komitmen pemulihan dan pelestarian lingkungan hidup bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus meluaskan jangkauan teritorinya di Bumi Lancang Kuning. Kali ini, gerakan hijau yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau menyasar kawasan pesisir rawan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (18/05/2026).

Aksi penanaman pohon penahan ombak ini dipusatkan di Wilayah Konservasi Mangrove Kelompok Tani Hutan (KTH) Mayang Sejahtera, Desa Mayang Sari. Guna merehabilitasi sekaligus memperkokoh kawasan pesisir setempat, sebanyak 800 bibit mangrove dialokasikan secara khusus dalam program ini.

Penanaman 800 bibit mangrove ini memegang peran strategis bagi stabilitas geografis Kabupaten Kepulauan Meranti yang didominasi wilayah perairan. Mangrove berfungsi ganda: sebagai tameng fisik guna mereduksi energi ombak penyebab abrasi laut, menjaga habitat pemijahan biota pesisir, serta menjadi agen penyerap karbon biru (blue carbon) yang andal dalam menekan emisi karbon di sekitar area operasional industri hulu migas.

Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan manifestasi dari cetak biru jangka panjang dalam menjaga neraca keseimbangan ekosistem kepulauan Riau.

"Pelaksanaan GROW 2026 di Kepulauan Meranti adalah wujud komitmen bersama. Kawasan mangrove punya andil sangat besar terhadap ketahanan iklim regional. Langkah ini juga selaras dengan spirit korporasi IOG 4.0 yang mendorong kontribusi nyata dan akuntabel dari sektor hulu migas terhadap keberlanjutan lingkungan hidup," terang Suci Masliawati dalam keterangan tertulisnya.

Keberhasilan aksi penghijauan pantai ini ditopang penuh oleh solidnya kehadiran elemen lintas sektor di lapangan. Perwakilan manajemen korporasi hulu migas yang turun langsung di antaranya berasal dari PT. Imbang Tata Alam, PT. EMP Tunas Energi, EMP Bentu Limited, serta mitra kerja dari PT. Nawakarsa Perkasa Nusantara dan PT. Gemilang Cipta Nusantara.

Dukungan politik dan kewilayahan juga terlihat riil dengan hadirnya Anggota DPRD Kepulauan Meranti Pazrul Amraini, perwakilan Pemerintah Kecamatan Merbau, jajaran Kepala Desa dan BPD Mayang Sari, serta Babinsa setempat.

Aksi gotong royong ini kian bertenaga berkat partisipasi aktif warga RT 02/RW 01 beserta aliansi komunitas hijau, seperti KTH Khazanah Hijau Pesisir Bagan Melibur dan Pokmas Bina Mulia Desa Sungai Tengah.

Suci Masliawati optimistis, keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai penjaga garda depan akan memastikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) bibit mangrove yang ditanam dapat terjaga baik, sehingga mampu memberikan multiplier effect berupa manfaat ekologis dan sosial-ekonomi bagi warga pesisir Meranti secara jangka panjang.***

Penulis: RND