Soroti Antrean BBM di Rohul, Dr. Achmad: Jangan Biarkan Subsidi Jatuh ke Tangan Industri

I

Isman

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:12 WIB

Soroti Antrean BBM di Rohul, Dr. Achmad: Jangan Biarkan Subsidi Jatuh ke Tangan Industri
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dr. H. Achmad, M.Si.

ROKAN HULU, AmiraRiau.com – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dr. H. Achmad, M.Si., meminta PT Pertamina (Persero) Wilayah Riau untuk memperketat pengawasan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini menyusul adanya fenomena antrean panjang dan isu kelangkaan BBM yang memicu kepanikan warga (panic buying) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Dalam kunjungan reses dan audiensi bersama Bupati Rohul Anton, ST., MM., Selasa (05/05/2026), Achmad menegaskan bahwa secara data, stok BBM subsidi sebenarnya dalam kategori aman dan mencukupi.

Mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini menyoroti karakteristik Riau sebagai daerah dengan luas perkebunan yang masif. Ia memperingatkan agar kuota BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi rakyat kecil tidak diselewengkan untuk kepentingan operasional industri.

"Pertamina harus meningkatkan pengawasannya di lapangan. Jangan sampai BBM bersubsidi ini disalahgunakan untuk industri. Di Riau ini perkebunannya banyak, jangan sampai subsidi pemerintah malah tidak tepat sasaran," tegas Dr. Achmad.

Selain masalah industri, Achmad juga menyinggung dugaan adanya "permainan" di level akar rumput. Ia menerima laporan mengenai maraknya pelansir BBM bersubsidi yang diduga bekerja sama dengan oknum petugas SPBU.

"Yang perlu diawasi adalah keberadaan pelansir yang cukup ramai. Diduga di setiap SPBU ada dan ada kerja sama dengan petugas. Itulah yang harus ditertibkan agar distribusi BBM benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak," lanjutnya.

Untuk mengatasi antrean yang kerap dianggap sebagai kelangkaan, Achmad menyarankan Pertamina menambah armada pengangkut minyak agar pengisian stok di SPBU tidak mengalami keterlambatan. Jika armada kurang dan distribusi terlambat, hal itu akan memperkuat isu kelangkaan yang sebenarnya tidak terjadi.

Di sisi lain, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk proaktif memberikan edukasi kepada warga agar tidak terjebak dalam panic buying.

"Kapasitas APBD kita terbatas, maka sinergi dengan pusat melalui APBN harus kita kawal. Kita ingin pembangunan di Rohul tetap berjalan lancar tanpa terkendala urusan dasar seperti ketersediaan energi," pungkasnya.***

Penulis: Yus

Editor: Isman