"Perkebunan kelapa sawit rakyat kita juga memiliki permasalahan, salah satunya adalah produktifitasnya belum mencapai hasil terbaik, sehingga membuat pekebun kita belum betul-betul sejahtera. Hal tersebut disebabkan oleh banyak hal, mulai dari rendahnya mutu produksi, masih kurangnya penggunaan bibit unggul bersertifikat, rendahnya penerapan teknologi budi daya yang baik/tepat, kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak, kurangnya prasarana dan sarana pendukung serta adanya keterbatasan modal pekebun," jelas Bu Kasmarni.
Namun, sambungnya, saat ini pemerintah melalui kementerian pertanian telah mengeluarkan kebijakan besar, dengan membuka peluang khususnya kepada pekebun rakyat untuk dapat meningkatkan produktifitasnya, dengan melakukan berbagai kegiatan dan salah satunya adalah program peremajaan perkebunan kelapa sawit, yang sumber pendanaannya melalui badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit.
"Kami berharap para peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik. Sehingga dapat menjadi bekal ilmu dan informasi dalam proses peremajaan kelapa sawit perkebunan di daerah kita," tutupnya.
Kepada para camat, kepala desa ataupun lurah untuk dapat membantu masyarakat agar mendapatkan program PKSP ini sesuai sasaran, sehingga dapat dirasakan dampaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, Muhammad Azmir menyebutkan bahwa target PKSP untuk tahun 2023 ini sebanyak 500 hektar. Sehingga diharapkan dari program ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pekebun rayakt.
Turut hadir Anggota DPRD Bengkalis, Rianto dan Hendri, Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, sejumlah pejabat tinggi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten, para camat dan tamu undangan lainnya. (Inf)***
"Perkebunan kelapa sawit rakyat kita juga memiliki permasalahan, salah satunya adalah produktifitasnya belum mencapai hasil terbaik, sehingga membuat pekebun kita belum betul-betul sejahtera. Hal tersebut disebabkan oleh banyak hal, mulai dari rendahnya mutu produksi, masih kurangnya penggunaan bibit unggul bersertifikat, rendahnya penerapan teknologi budi daya yang baik/tepat, kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak, kurangnya prasarana dan sarana pendukung serta adanya keterbatasan modal pekebun," jelas Bu Kasmarni.
Namun, sambungnya, saat ini pemerintah melalui kementerian pertanian telah mengeluarkan kebijakan besar, dengan membuka peluang khususnya kepada pekebun rakyat untuk dapat meningkatkan produktifitasnya, dengan melakukan berbagai kegiatan dan salah satunya adalah program peremajaan perkebunan kelapa sawit, yang sumber pendanaannya melalui badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit.
"Kami berharap para peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik. Sehingga dapat menjadi bekal ilmu dan informasi dalam proses peremajaan kelapa sawit perkebunan di daerah kita," tutupnya.
Kepada para camat, kepala desa ataupun lurah untuk dapat membantu masyarakat agar mendapatkan program PKSP ini sesuai sasaran, sehingga dapat dirasakan dampaknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, Muhammad Azmir menyebutkan bahwa target PKSP untuk tahun 2023 ini sebanyak 500 hektar. Sehingga diharapkan dari program ini dapat meningkatkan produktivitas hasil pekebun rayakt.
Turut hadir Anggota DPRD Bengkalis, Rianto dan Hendri, Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, sejumlah pejabat tinggi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten, para camat dan tamu undangan lainnya. (Inf)***