"Harta ada 3, yang dimakan pasti akan habis, yang dipakai akan usang, dan yang diinfakkan itulah sebenarnya harta kita. Dan dipadang mahsyar kita akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa alas kaki, tidak dikhitan dan telanjang, maka selagi kita ada harta, segeralah untuk diinfakkan dan shidaqohkan di jalan Allah." jelas ustadz Suhanta. Disamping itu mengenai bekal untuk kehidupan di aherat juga dijelaskan oleh khatib.
"Abu Hurairah pernah ditanya tentang siap tidaknya untuk kematian. Beliau menegaskan bukan takut akan kematian, tetapi takut karena sedikit bekal yang dibawa, padahal perjalanan masih jauh. Dunia tidak lebih berharga dari anak kambing cacat yang mati, maka introspeksi lah kita, jangan ekstrospeksi, karena manusia gak akan puas akan dunia, seandainya diberi satu lembah emas, maka manusia akan meminta lembah emas yang kedua."tutup ustadz Zaitul Suhanta dalam khutbah jumat kali ini.
Brdasarkan pantauan di lokasi masjid, terlihat banyak kendaraan roda dua ataupun empat yang terparkir rapi dan memenuhi halaman masjid, serta jamaah sholat jumat yang memenuhi masjid, bahkan sampai sholat di luar masjid.
Di ahir Jumat seperti biasa, Haji Sahrul selaku pendiri masjid dan donatur utama masjid menyediakan nasi kotak untuk santap siang jamaah. "Terima kasih untuk Haji Sahrul, Bebek Madura Bu Achi, Warung Lili, Catering Bu Nur, Ampera Tanpa Nama, Ampera Lubuk Bangku, Sarapan pagi Mbak Rini, Ayam geprek Hakiki, Ampera Ajo Don, RM. Putra Sederhana, RM Rasa Kampung Arengka 2 dan Hamba Allah yang hari ini ikut berpartisipasi dalam Jumat Berkah, semoga Allah membalas segala kebaikan dan menjadikan amal jariah. Dan pengurus masjid masih membuka kesempatan untuk yang mau berpartisipasi dalam kegiatan jumat berkah dan magrib mengaji" tutup pengurus masjid Al Hidayah.***
Penulis: MH Haikal, Editor: Isman
"Harta ada 3, yang dimakan pasti akan habis, yang dipakai akan usang, dan yang diinfakkan itulah sebenarnya harta kita. Dan dipadang mahsyar kita akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa alas kaki, tidak dikhitan dan telanjang, maka selagi kita ada harta, segeralah untuk diinfakkan dan shidaqohkan di jalan Allah." jelas ustadz Suhanta. Disamping itu mengenai bekal untuk kehidupan di aherat juga dijelaskan oleh khatib.
"Abu Hurairah pernah ditanya tentang siap tidaknya untuk kematian. Beliau menegaskan bukan takut akan kematian, tetapi takut karena sedikit bekal yang dibawa, padahal perjalanan masih jauh. Dunia tidak lebih berharga dari anak kambing cacat yang mati, maka introspeksi lah kita, jangan ekstrospeksi, karena manusia gak akan puas akan dunia, seandainya diberi satu lembah emas, maka manusia akan meminta lembah emas yang kedua."tutup ustadz Zaitul Suhanta dalam khutbah jumat kali ini.
Brdasarkan pantauan di lokasi masjid, terlihat banyak kendaraan roda dua ataupun empat yang terparkir rapi dan memenuhi halaman masjid, serta jamaah sholat jumat yang memenuhi masjid, bahkan sampai sholat di luar masjid.
Di ahir Jumat seperti biasa, Haji Sahrul selaku pendiri masjid dan donatur utama masjid menyediakan nasi kotak untuk santap siang jamaah. "Terima kasih untuk Haji Sahrul, Bebek Madura Bu Achi, Warung Lili, Catering Bu Nur, Ampera Tanpa Nama, Ampera Lubuk Bangku, Sarapan pagi Mbak Rini, Ayam geprek Hakiki, Ampera Ajo Don, RM. Putra Sederhana, RM Rasa Kampung Arengka 2 dan Hamba Allah yang hari ini ikut berpartisipasi dalam Jumat Berkah, semoga Allah membalas segala kebaikan dan menjadikan amal jariah. Dan pengurus masjid masih membuka kesempatan untuk yang mau berpartisipasi dalam kegiatan jumat berkah dan magrib mengaji" tutup pengurus masjid Al Hidayah.***
Penulis: MH Haikal, Editor: Isman