BENGKULU, AmiraRiau.com — Sirkuit menjadi pilihan untuk menyalurkan adrenalin, bukan jalan raya yang mengancam keselamatan. Pesan itu mengemuka saat Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho menutup Kejuaraan Balap Motor Kapolda Cup Road Race Championship 2026 di sirkuit nonpermanen depan Polresta Bengkulu, Minggu (25/10/2026).
Kejuaraan yang berlangsung sejak 23 Oktober tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Bengkulu merangkul generasi muda melalui kompetisi otomotif yang terarah, sekaligus mendorong keselamatan berkendara dan menekan praktik balap liar.
Dalam penutupan yang berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB itu, Wakapolda didampingi pejabat utama Polda Bengkulu, perwakilan Jasa Raharja, pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bengkulu, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu.

Prianto menegaskan, Kapolda Cup tidak semata-mata menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga wadah pembinaan bagi anak muda agar dapat menyalurkan minat di bidang otomotif secara positif dan bertanggung jawab.
“Kapolda Cup ini bukan hanya ajang balap, tapi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi otomotif di sirkuit resmi, bukan di jalan raya, sehingga dapat menekan angka balap liar dan kecelakaan lalu lintas. Ini sejalan dengan tugas kami di bidang lalu lintas,” ujarnya.
Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi resmi juga menjadi sarana edukasi bagi pembalap dan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Karena itu, pemahaman tentang safety riding, penggunaan helm, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi bagian dari budaya berkendara.
“Dengan adanya event ini, kita ingin menekan angka kecelakaan dan balap liar. Jadikan kejuaraan ini sebagai edukasi tentang pentingnya safety riding, penggunaan helm, dan tertib berlalu lintas,” katanya.
Ia juga mengingatkan pembalap dan panitia agar tidak mengabaikan aspek keselamatan selama perlombaan berlangsung. Prinsip safety first, menurut dia, harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan kegiatan.
Memasuki puncak acara, Wakapolda secara resmi menutup kejuaraan sekaligus menyerahkan piala, piagam penghargaan, dan hadiah kepada para juara di berbagai kelas yang dipertandingkan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas prestasi, perjuangan, disiplin, dan sportivitas para peserta.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami dari Polda Bengkulu memberikan penghargaan kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, perjuangan, dan sportivitas,” ucapnya.
Prianto menilai, prestasi para pembalap menunjukkan bahwa generasi muda Bengkulu memiliki peluang untuk berkembang apabila mendapat ruang kompetisi dan pembinaan yang tepat.
“Juara ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan latihan, anak-anak muda Bengkulu mampu berprestasi dan menjadi contoh positif untuk menjauhi balap liar,” ujarnya.
Kepada para juara umum dan juara kelas, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.
“Saya ucapkan selamat kepada para juara umum dan juara kelas Kapolda Cup 2026. Pertahankan prestasinya, jangan cepat berpuas diri, teruslah berlatih untuk tingkat yang lebih tinggi, tingkat nasional,” katanya.
Di akhir kegiatan, Wakapolda juga mengajak masyarakat bersama kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bengkulu. Ia meminta para pencinta otomotif menyalurkan hobi melalui kegiatan resmi serta tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balapan.
“Dengan adanya event Kapolda Cup ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polisi Bersama Masyarakat. Mari kita jaga bersama kamtibmas di Bengkulu. Salurkan hobi otomotif di sirkuit resmi, bukan di jalan raya. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat segera menghubungi layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian, melihat aksi balap liar, atau menemukan gangguan kamtibmas.***
Penulis: DL
Editor: Isman