Atas kondisi tersebut, Dt. Jonhor berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama Pemko Pekanbaru yang saat ini sudah punya pemimpin baru, yaitu Wali Kota Agung Nugroho dan Markarius Anwar.
"Nelayan sangat butuh bantuan pemerintah ataupun pihak lain yang peduli dengan nelayan. di RW 05, 80 persen warganya adalah nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari Sungai Siak, namun sungai itu kini dalam kondisi yang sama sekali tidak memungkinkan untuk mencari ikan," tuturnya.
Dt. Jonhor yang juga merupakan ketua salah satu kelompok nelayan tradisional di Okura, sangat memahami apa yang terjadi sekarang ini. "Dalam kondisi sungai normal saja nelayan sudah susah memenuhi kebutuhan, apalagi jika kondisi sungai seperti sekarang," lanjutnya.
Menurut Dt. Jonhor, dalam kondisi air pasang naik, air sungai seakan menenggelamkan seluruh daratan sehingga ikan ataupun udang susah ditangkap oleh nelayan.
Senandung pilu Dt. Jonhor ini, adalah juga senandung pilunya nelayan Okura atau nelayan lainnya di sepanjang Sungai Siak di Pekanbaru saat ini.
Mereka tetap mempertahankan tradisi dan bertahan sebagai nelayan meskipun sejak puluhan lalu sudah tinggal diantara gemerlap kantor perusahaan serta tingginya batang-batang sawit yang ada di sekitar mereka.
Entah sampai kapan mereka mampu bertahan dan tak lagi bersenandung tak bisa poi beikan!
Penulis: Danang, Editor: Isman
Atas kondisi tersebut, Dt. Jonhor berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama Pemko Pekanbaru yang saat ini sudah punya pemimpin baru, yaitu Wali Kota Agung Nugroho dan Markarius Anwar.
"Nelayan sangat butuh bantuan pemerintah ataupun pihak lain yang peduli dengan nelayan. di RW 05, 80 persen warganya adalah nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari Sungai Siak, namun sungai itu kini dalam kondisi yang sama sekali tidak memungkinkan untuk mencari ikan," tuturnya.
Dt. Jonhor yang juga merupakan ketua salah satu kelompok nelayan tradisional di Okura, sangat memahami apa yang terjadi sekarang ini. "Dalam kondisi sungai normal saja nelayan sudah susah memenuhi kebutuhan, apalagi jika kondisi sungai seperti sekarang," lanjutnya.
Menurut Dt. Jonhor, dalam kondisi air pasang naik, air sungai seakan menenggelamkan seluruh daratan sehingga ikan ataupun udang susah ditangkap oleh nelayan.
Senandung pilu Dt. Jonhor ini, adalah juga senandung pilunya nelayan Okura atau nelayan lainnya di sepanjang Sungai Siak di Pekanbaru saat ini.
Mereka tetap mempertahankan tradisi dan bertahan sebagai nelayan meskipun sejak puluhan lalu sudah tinggal diantara gemerlap kantor perusahaan serta tingginya batang-batang sawit yang ada di sekitar mereka.
Entah sampai kapan mereka mampu bertahan dan tak lagi bersenandung tak bisa poi beikan!
Penulis: Danang, Editor: Isman