Tak Cuma Penegakan Hukum! Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian Rangkul Pemuka Lintas Agama

I

Isman

Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:51 WIB

Tak Cuma Penegakan Hukum! Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian Rangkul Pemuka Lintas Agama
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si., silahturahmi bersama FKUB dan para tokoh agama yang berlangsung di Kantor FKUB Bengkulu Selatan, Jalan Affan Baksin, Kecamatan Kota Manna, Rabu (5/8/2026)

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com- Ketika berbagai daerah masih dibayangi potensi polarisasi akibat derasnya arus informasi dan isu-isu bernuansa identitas, Bengkulu Selatan memilih menguatkan benteng pertamanya melalui dialog. Bukan dengan pendekatan represif, melainkan membangun kepercayaan dan merawat komunikasi bersama para pemuka agama.

Langkah ini menjadi pesan bahwa keamanan tidak hanya dijaga oleh aparat, tetapi juga lahir dari kokohnya persaudaraan di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan silaturahmi Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian, S.I.K., M.Si. bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan para tokoh agama yang berlangsung di Kantor FKUB Bengkulu Selatan, Jalan Affan Baksin, Kecamatan Kota Manna, Rabu (5/8/2026) pukul 09.00 WIB.

Kedatangan Kapolres disambut langsung Ketua FKUB Bengkulu Selatan H. Amaludin S., S.Ag. Pertemuan turut dihadiri Kabag SDM Polres Bengkulu Selatan AKP Rasi Ginting, S.H., M.Si., Kasat Intelkam IPTU Roni Mulyanto, S.I.Kom., M.H., Kasat Binmas AKP Andi, Ketua MUI Dr. H. Abdullah Munir, M.Pd., Ketua PCNU M. Arif Luthfi, M.Pd., Ketua Muhammadiyah Drs. Sumanto, M.Pd., Ketua BMA Alwis, S.H., Ketua Gereja GPDI Gimson Sagala, serta Ketua Dewan Gereja Bengkulu Selatan Pdt. Wesly Siahaan, S.Th.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga stabilitas daerah melalui penguatan toleransi dan komunikasi lintas agama. Kapolres menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran strategis sebagai penyejuk masyarakat sekaligus mitra kepolisian dalam mencegah berkembangnya potensi konflik sosial.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan para pemuka agama merupakan investasi sosial yang sangat penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyebaran hoaks, provokasi, maupun isu-isu yang berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama untuk terus mempererat koordinasi dalam menjaga persatuan, memperkuat semangat toleransi, serta membangun ruang dialog yang terbuka di tengah keberagaman masyarakat Bengkulu Selatan.

FKUB bersama seluruh organisasi keagamaan menyatakan kesiapan mendukung langkah-langkah preventif yang dilakukan kepolisian demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang tetap kondusif.

Silaturahmi yang berlangsung hingga pukul 11.45 WIB itu menjadi gambaran bahwa keamanan daerah tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kolaborasi, kepercayaan, dan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Di tengah keberagaman yang dimiliki Bengkulu Selatan, dialog seperti ini menjadi fondasi penting untuk memastikan harmoni tetap terjaga dan persatuan terus menguat.***

Penulis: DL

Editor: Isman