Tak Menunggu Masalah Tumbuh Kembang! Desa Puding Perkuat Peran Keluarga dan Posyandu Cegah Stunting

I

Isman

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:53 WIB

Tak Menunggu Masalah Tumbuh Kembang! Desa Puding Perkuat Peran Keluarga dan Posyandu Cegah Stunting
Sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting Desa Puding, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2026, Selasa (11/8/2026).

BENGKULU SELATAN, AmiraRiau.com – Pencegahan stunting tidak boleh menunggu hingga gangguan pertumbuhan terjadi. Kesadaran keluarga, pemantauan rutin melalui posyandu, serta kolaborasi lintas sektor menjadi benteng awal yang diperkuat Desa Puding, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pesan tersebut mengemuka dalam sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting Desa Puding Tahun 2026, Selasa (11/8/2026). Kegiatan dihadiri Camat Pino yang diwakili Sekcam Pino, Danramil 408-01 yang diwakili Babinsa, Kapolsek Pino, Kepala Puskesmas Anggut, kader posyandu, serta masyarakat Desa Puding.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum penyampaian informasi kesehatan. Lebih jauh, sosialisasi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa stunting merupakan persoalan pembangunan sumber daya manusia yang harus dicegah sejak tingkat keluarga.

Kepala Desa Puding, Yayan, mengatakan pemerintah desa berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, terutama orang tua yang memiliki bayi dan balita.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Jangan menunggu anak mengalami masalah pertumbuhan baru kemudian ditangani. Orang tua harus aktif memantau perkembangan anak dan memanfaatkan posyandu secara rutin,” ujar Yayan.

Menurut Yayan, penanganan stunting tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu dan masyarakat harus memiliki kepedulian yang sama.

“Ini tanggung jawab bersama. Pemerintah desa siap mendukung program yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak. Tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kepedulian keluarga dan masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat serta memenuhi kebutuhan gizi anak,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pino IPTU Yosep Hendratno R menegaskan bahwa stunting perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi.

Menurutnya, keterlibatan aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak.

“Stunting jangan dianggap sebagai persoalan biasa. Ini menyangkut masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pencegahannya harus dilakukan bersama-sama, mulai dari keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan hingga pemerintah,” ujar IPTU Yosep.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan adanya persoalan pada pertumbuhan atau kesehatan anak.
“Kalau ada sesuatu yang perlu dikonsultasikan, segera manfaatkan posyandu maupun fasilitas kesehatan. Lebih baik mengetahui dan menangani sejak awal daripada terlambat,” katanya.

Posyandu Jadi Titik Deteksi Dini
Dalam upaya pencegahan, keberadaan kader posyandu menjadi penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Pemantauan pertumbuhan secara rutin dapat membantu keluarga mengetahui kondisi anak sekaligus memperoleh edukasi mengenai gizi, pola asuh dan kesehatan.

Kepala Puskesmas Anggut bersama kader posyandu turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan stunting.

Kehadiran unsur kecamatan, TNI, Polri, tenaga kesehatan, kader posyandu dan masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan stunting membutuhkan kerja bersama.

Desa Puding pun didorong tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tingkat keluarga, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan kebutuhan gizi, menjaga kebersihan lingkungan hingga memanfaatkan layanan kesehatan.

Sebab, mencegah stunting pada akhirnya bukan sekadar mengejar angka penurunan kasus. Lebih penting dari itu, memastikan setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, berkembang optimal, dan menjadi bagian dari generasi yang memiliki kualitas hidup lebih baik.***

Penulis: DL
Editor: Isman