Tak Menunggu Sakit Datang, Rutan Manna Cetak Kader Kesehatan dari WBP untuk Perkuat Deteksi Dini

I

Isman

Minggu, 14 Juni 2026 | 18:16 WIB

Tak Menunggu Sakit Datang, Rutan Manna Cetak Kader Kesehatan dari WBP untuk Perkuat Deteksi Dini
Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., yang membuka pembekalan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ilmu kesehatan dan keterampilan dasar untuk menjadi kader Kesehatan.

MANNA, AmiraRiau.com – Komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat oleh Rutan Kelas IIB Manna. Tidak menunggu penyakit datang, jajaran rutan bergerak cepat dengan membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ilmu kesehatan dan keterampilan dasar untuk menjadi kader kesehatan yang siap menjadi garda terdepan dalam deteksi dini gangguan kesehatan di lingkungan blok hunian.

Kegiatan yang digelar di Aula Blok E tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawat daruratan sekaligus penguatan sistem layanan kesehatan dari dalam blok hunian. Melalui program ini, para WBP dipersiapkan untuk membantu memantau kondisi kesehatan sesama warga binaan dan mempercepat pelaporan kepada petugas medis apabila ditemukan gejala penyakit.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa program kader kesehatan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan kesehatan warga binaan.

“Kesehatan adalah pondasi utama dari kehidupan di blok hunian. Kita harus melawan penyakit dari dalam, dimulai dengan kesadaran dan kepedulian bersama,” tegas Hannibal di hadapan peserta pelatihan.

Pelatihan ini terlaksana melalui sinergi antara Klinik Pratama Rutan Manna dan Puskesmas Pasar Manna. Sejumlah tenaga kesehatan turun langsung sebagai narasumber, yakni Ns. Aprianto, Amd.Kep., Novita Santi, Amd.Kep., Pita Rosmita, S.KM., serta Mutmainah, S.ST. Mereka memberikan pembekalan komprehensif mengenai penanganan kesehatan dasar di lingkungan pemasyarakatan.

Turut mendampingi kegiatan tersebut, Pelaksana Harian Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yoki Ismanto, S.H., yang memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.
Para kader kesehatan dipilih dari perwakilan setiap blok hunian. Mereka akan mengemban tugas penting sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan kondisi warga binaan, mengenali gejala awal penyakit, serta segera melaporkan temuan kepada tim medis Klinik Pratama Rutan Manna.

Menurut petugas kesehatan, deteksi dini menjadi faktor krusial dalam mencegah penyebaran penyakit, terutama di lingkungan hunian yang dihuni banyak orang. Karena itu, kemampuan mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan harus dimiliki oleh para kader.

Materi yang diberikan pun tidak sebatas teori. Peserta dibekali pemahaman mengenai cara mengenali gejala awal penyakit, pentingnya menjaga kebersihan diri, menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan blok, hingga penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab yang menjadi penutup pelatihan.

Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Manna tidak hanya memperkuat sistem pelayanan kesehatan internal, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli kesehatan di kalangan warga binaan. Diharapkan, keberadaan kader kesehatan mampu menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan bersama sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan produktif.***

Penulis: DL

Editor: Isman