ASAHAN, AmiraRiau.com- Pemkab Asahan menerima alokasi 56 paket rehabilitasi jaringan irigasi tersier lewat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) TA 2026. Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si menegaskan kesiapan mengawal program ini saat menghadiri Sosialisasi Tingkat Balai, Selasa 23 Juni 2026 pukul 11.00 WIB di Hotel Aryaduta Medan, Jl. Kapten Maulana Lubis No. 8.
Sosialisasi digelar BBWS Sumatera II Medan, Ditjen SDA Kementerian PUPR. Hadir Kepala BBWS Sumatera II Medan bersama pejabat, perwakilan Bupati Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, Kadis PUPR Asahan, Camat Air Joman, Meranti, Pulo Bandring, Rawang Panca Arga, Setia Janji, kepala desa, Ketua P3A, dan undangan lain.
Skema swakelola untuk berdayakan petani
Kasatker Indra Kurnia melaporkan, P3-TGAI 2026 berupa rehab, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tingkat tersier. Pelaksanaannya diserahkan ke P3A/GP3A secara swakelola, tanpa subkontrak pihak ketiga.
“Program ini dirancang sistematis untuk memberdayakan petani. Penentuan lokasi dilakukan merata supaya dampaknya menyebar ke sawah-sawah,” jelasnya.
Tahun ini program menjangkau 15 kabupaten/kota. Asahan kebagian 56 lokasi. Kuota terbanyak di Serdang Bedagai 86 titik, lalu Deli Serdang 57, Karo 48, Mandailing Natal 29, Padang Lawas Utara 27, Tapanuli Selatan 15. Sisanya di bawah 5 titik.
BBWS soroti transparansi dan mutu
Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDA II Ali Cahyadi Achmad yang mewakili Kepala BBWS menyebut sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman kepala desa, camat, dan P3A tentang mekanisme teknis. Harapannya pelaksanaan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai juknis.
Ia mengajak peserta aktif berdiskusi untuk memperkuat sinergi pengelolaan irigasi terpadu. Usai sambutan, kegiatan resmi dibuka.
Pemkab minta kerja kompak
Bupati Taufik menyambut baik program tersebut. Ia menilai P3-TGAI 2026 penting bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
“56 lokasi untuk Asahan ini harus kita jaga bersama. Dinas PUPR, camat, desa, sampai P3A diminta kompak. Pastikan tepat sasaran, mutu sesuai standar, waktu pengerjaan sesuai, dan semua bisa diawasi publik,” pesannya.
Acara diawali pembukaan, Indonesia Raya, doa, laporan pelaksana balai, sambutan pembukaan BBWS, foto bersama, lalu pemaparan petunjuk teknis P3-TGAI 2026.
Sosialisasi ditutup sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan lancar.***
Penulis: Heru