PELALAWAN, AmiraRiau.com– Debu tanah dan suara mesin gergaji mesin (chainsaw) menyambut kedatangan Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, di jantung Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kamis (5/2/2026). Jenderal bintang satu ini turun langsung ke lapangan untuk memantau pembersihan lahan dari tanaman kelapa sawit ilegal.
Kehadiran Danrem bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan sinyal tegas komitmen TNI AD dalam memulihkan fungsi ekosistem hutan konservasi yang kian terhimpit oleh alih fungsi lahan.
Satu per satu pohon kelapa sawit ditumbangkan. Bagi Brigjen TNI Agustatius Sitepu, setiap pohon yang jatuh adalah satu langkah maju untuk mengembalikan rumah bagi gajah sumatera dan keanekaragaman hayati lainnya yang sempat hilang.
“Kawasan TNTN memiliki fungsi ekologis yang sangat vital bagi Riau. Upaya pemulihan ini harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Kita harus berani bertindak sekarang demi menyelamatkan warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Danrem dengan nada tegas namun penuh kepedulian.
Danrem menekankan bahwa aksi ini bukan semata tindakan represif atau penegakan hukum. Lebih jauh, ini adalah upaya menyadarkan semua pihak bahwa hutan lindung tidak boleh dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek yang merusak.
Ia pun mengajak masyarakat sekitar dan para pemangku kepentingan untuk berhenti melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.
"Saya meminta kepada semua elemen, mari kita jaga bersama TNTN. Jangan ada lagi alih fungsi lahan. Menjaga hutan adalah ibadah untuk anak cucu kita," tambahnya.
Dalam proses restorasi ini, Korem 031/Wira Bima tidak bekerja sendiri. Brigjen TNI Agustatius memastikan sinergi dengan pemerintah daerah, BBKSDA, dan aparat penegak hukum akan terus diperkuat. Tujuannya jelas: memastikan Tesso Nilo kembali menjadi hutan, bukan sekadar hamparan kebun yang merusak ekosistem.***