Tegas! Wali Kota Pekanbaru Warning Camat Tak Becus Urus Sampah Siap-siap Dievaluasi

A

Alseptri Ady

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

Tegas! Wali Kota Pekanbaru Warning Camat Tak Becus Urus Sampah Siap-siap Dievaluasi

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Masalah tumpukan sampah yang kerap menghantui sudut-sudut Kota Pekanbaru kini menjadi pertaruhan kursi jabatan bagi para camat. Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, dengan tegas mengingatkan seluruh jajaran camat di wilayahnya untuk tidak main-main dan bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan lingkungan di wilayah kerja masing-masing.

Sebagai pemimpin tertinggi di tingkat wilayah, para camat dinilai memiliki kewenangan penuh sekaligus kewajiban mutlak dalam melakukan pengawasan. Wako Agung menegaskan bahwa ego sektoral harus dibuang jauh-jauh, dan pengawasan ketat harus dilakukan setiap hari guna memastikan tidak ada lagi drama tumpukan sampah yang mengganggu estetika kota.

"Tentang penanganan sampah, tentang kebersihan. Yang punya wilayah adalah kecamatan. Jadi tanggung jawab kebersihan adalah pemilik wilayah, yaitu camat," tegas Agung dengan nada bicara penuh penekanan, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan menohok ini sengaja dilontarkan sang Wali Kota agar para camat tidak lagi melempar tanggung jawab ke dinas terkait ketika menemukan tumpukan sampah liar. Menurutnya, camat adalah garda terdepan yang paling tahu seluk-beluk wilayahnya, mulai dari jalan protokol hingga ke gang-gang pemukiman warga.

Untuk mengepung persoalan sampah ini dari hulu ke hilir, para camat diinstruksikan untuk segera turun ke lapangan. Mereka diminta aktif menjalin komunikasi dan berkoordinasi secara masif dengan para tokoh agama, tokoh pemuda, elemen masyarakat, hingga Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang saat ini sudah terbentuk di seluruh kelurahan.

Langkah sinergis ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Wako Agung percaya bahwa wajah bersih Kota Pekanbaru hanya bisa terwujud jika ada chemistry yang kuat antara birokrasi dan warganya. 

"Sehingga akan terwujudlah kolaborasi antara masyarakat dengan pemerintah," ujarnya optimis.

Namun, instruksi ini bukan sekadar imbauan manis di atas kertas. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara paralel bakal terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ketat terhadap kinerja para camat. Rapor kebersihan wilayah kini resmi menjadi salah satu indikator utama penentu masa depan karier mereka.

Bagi camat yang dinilai loyo, abai, dan tidak mampu mengeksekusi perintah ini dengan baik, Wako Agung memastikan tidak akan segan-segan melakukan perombakan kabinet di tingkat kecamatan. 

"Mana yang baik akan kita pertahankan, promosikan. Mana yang tidak baik tentu kita akan melakukan evaluasi untuk mengedrop mereka keluar dari kecamatan tersebut," pungkasnya. ***

Editor: Alseptri Ady

Sumber: MCR