Suasana kegiatan sosialisasi di Posko Hj. Yuliawati, Jalan Cendrawasih, Pekanbaru.[/caption]
"Ini adalah The Power of Emak-emak. Kekuatan kaum perempuan Marpoyan Damai untuk Ibu Hj. Yuliawati, SE, yang merupakan Puteri kedua dari Bupati Kampar dan Gubernur Riau pada masanya, H. Saleh Djasit, agar bisa terpilih dan duduk di kursi DPRD Kota Pekanbaru," tuturnya.
Sahri Abdullah, tokoh masyarakat Tangkerang Tengah, yang didaulat untuk menyampaikan sambutan pada kegiatan itu, dengan berapi-api menyebutkan bahwa Hj. Yuliawati ada sosok ideal untuk mewakili masyarakat Marpoyan Damai di DPRD.
Hj. Yuliawati turun langsung menemui masyarakat dengan penuh kekeluargaan dan mengajak setiap warga agar mampu mandiri dengan segala bentuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
"Saya sepakat, mulai dari keluarga dan masyarakat Marpoyan Damai untuk memberikan dukungan kepada Hj. Yuliawati," tegasnya.
Sahri Abdullah menilai bahwa Hj. Yuliawati tidak akan pernah membiarkan ibu-ibu hanya duduk dan diam di rumah tanpa berbuat apa-apa, atau menjadikan perempuan-perempuan lain di Marpoyan Damai khususnya dan Pekanbaru umumnya tanpa ada keahlian agar bisa mandiri serta membantu keluarganya memenuhi kebutuhan.
"Saya sudah mendengar, melihat dan merasakan sendiri bahwa Hj. Yuliawati bisa berbuat lebih besar untuk kota ini," katanya kepada wartawan.
Hj. Yuliawati sebagaimana diketahui dalam misinya ngin mewujudkan peran perempuan di Marpoyan Damai sebagai pilar kekuatan keluarga melalui UKM dan kewirausahaan.
Sementara misi Hj. Yuliawati, diantaranya memperkuat posisi perempuan sebagai salah satu garda dalam kekuatan ekonomi keluarga melalui sektor UKM dan kewirausahaan.
Mengusulkan dan mendukung kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan UKM dan kewirausahaan bagi perempuan serta menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan untuk meraih kesuksesan dalam bidang UKM dan kewirusahaan.
Selain itu, kata Hj. Yuliawati, jika nanti dirinya duduk sebagai Anggota DPRD Kota Pekanbari, tidak hanya ibu-ibu yang akan diberi pelatihan dan pendidikan, namun juga akan meluas kepada Generasi Z atau biasa disebut Gen Z, misalnya untuk menjadi seorang konten kreator.
Kegiatan sosialisasi ini, selain dihadiri tokoh masyarakat, juga dihadiri Panwas Kelurahan dan undangan lainnya.(cei)*