PEKANBARU, AmiraRiau.com - Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau kembali dilanjutkan. Pada OMC tahap 4 ini, sebanyak 9 ton garam siap disemai dilangit provinsi Riau untuk membuat hujan buatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau M Edy Afrizal mengatakan, OMC di Riau tetap dilanjutkan. Namun untuk melakukan penyemaian garam, harus menunggu awan potensial terlebih dahulu.
“OMC di Riau sudah kembali diperpanjang hingga 29 Agustus mendatang. Stok garam siap semai ada 9 ton,” katanya, Senin (24/8/2026).
Dilanjutkannya, namun untuk melakukan penyemaian garam, pihaknya harus menunggu adanya awan potensial terlebih dahulu. Untuk pemantauan awan potensial ini dilakukan setiap jam.
“Untuk penyemaian garam harus melihat awal potensial dulu. Jadi tidak bisa diarahkan di daerah mana, seperti di fokuskan di daerah yang sedang terjadi Karhutla. Karena tetap harus ada awan potensial,” ujarnya.
Sementara itu, pihaknya saat ini juga mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah selatan menuju Riau. Kondisi ini seiring dengan arah angin yang bergerak dari selatan menuju utara.
Berdasarkan pemantauan bersama BMKG, sebaran asap perlu diantisipasi karena dapat terbawa angin dan memengaruhi kondisi udara di sejumlah wilayah Riau.
"Ini asap kiriman dari Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi yang masuk ke Riau, bercampur dengan asap yang dari Kerumutan Riau," kata M Edy.
Ia menyebutkan, sebaran asap bahkan telah terpantau hingga wilayah Sumatera Utara. Namun, asap tersebut belum seluruhnya masuk ke kawasan permukiman.
"Asapnya juga sudah sampai ke Sumatera Utara, cuma belum sampai masuk ke permukiman karena memang arah anginnya dari Selatan ke Utara, ke sana," ujarnya.
Menurutnya, arah angin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan dan sebaran asap. Karena itu, kondisi tersebut terus dipantau guna mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.
Edy menegaskan, kondisi asap perlu diantisipasi terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan, seperti ibu hamil, bayi dan balita.
"Untuk mengantisipasi, jangan sampai masyarakat terdampak. Kita perlu ada pembagian masker juga di sana," imbuhnya.***