BATAM, AmiraRiau.com - Dinas Kesehatan Kepulauan Riau melaporkan adanya temuan kasus suspek 'super flu' atau varian baru influenza A (H3N2) subclade K.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Moh Bisri, sebelumnya mengungkapkan bahwa pasien suspek ini berasal dari Kota Batam. Pasien mengalami gejala flu berat, nyeri, pusing, dan mual setelah melakukan ibadah umrah.
Saat ini, pasien tersebut sedang menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di kota Batam. Sampel dari pasien telah dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kaitan dengan 'super flu'.
Pihaknya akan melakukan penelusuran kontak terhadap keluarga dan orang-orang terdekat pasien. Namun, Moh Bisri menekankan bahwa penularan kepada orang terdekat bergantung pada sistem kekebalan tubuh masing-masing individu.
Moh Bisri menjelaskan bahwa 'super flu' memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun cenderung sedikit lebih berat. Penderita dengan daya tahan tubuh kuat umumnya tidak akan terjangkit.
"Super Flu ini sama dengan sakit flu biasa. Cuma gejalanya sedikit lebih berat. Orang-orang dengan daya tahan tubuh kuat, tak akan terjangkit flu," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
Menurut Menkes, virus influenza A, termasuk H3N2, telah ada sejak lama dan kerap bermutasi. Subclade K merupakan salah satu varian yang baru muncul.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membandingkan kemunculan varian baru influenza ini dengan perkembangan virus COVID-19 yang menghasilkan banyak varian seperti Alpha, Beta, Delta, dan Omicron.
"Super flu itu sangat udah lama terjadi ya. Jadi banyak dari dulu yang sudah kena H3N2 ini. Ini kan hanya berubah variannya. Kayak COVID kan ada yang alfa, beta, delta, omicron," ujar Menkes, Rabu (14/1/2026).
"Ini kan berubah variannya aja. Jadi kalau ditanya dari dulu sudah ada. Jadi nggak usah, menurut saya sih nggak usah terlalu khawatir," tambahnya, seraya tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu berat yang disertai demam tinggi tak kunjung turun selama tiga hari dan sesak napas.
"Jika mengalami gejala flu yang berat, kemudian demam tak turun dalam tiga hari dan ditambah gejala sesak nafas, segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.***