14 Rumah di Inhil Rusak Dihantam Abrasi, Empat di Antaranya Runtuh ke Sungai

I

Isman

Rabu, 17 Juni 2026 | 15:33 WIB

14 Rumah di Inhil Rusak Dihantam Abrasi, Empat di Antaranya Runtuh ke Sungai
Bencana tanah longsor akibat abrasi gelombang laut melanda kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

TEMBILAHAN, AmiraRiau.com — Bencana tanah longsor akibat abrasi gelombang laut melanda kawasan pesisir Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Peristiwa yang terjadi pada Selasa pagi (16/6/2026) tersebut mengakibatkan 14 unit rumah warga terdampak, di mana empat unit di antaranya runtuh dan terseret langsung ke dalam aliran sungai.

Kondisi geografis dengan kontur tanah yang labil mempercepat laju penurunan permukaan tanah saat dihantam ombak pasang. Amblesnya lahan dilaporkan terjadi di dua titik beruntun, yakni di kawasan Pasar Kuala Enok pada pukul 09.45 WIB, disusul pergeseran tanah di Jalan Kampung Jawa AEC pada pukul 10.00 WIB.

"Personel gabungan masih disiagakan di lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi warga sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan. Prioritas utama saat ini adalah pengamanan perimeter area bencana dan pemenuhan kebutuhan khusus kelompok rentan seperti lansia serta balita," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, R. Arliansah, Rabu (17/6/2026).

Selain menghancurkan permukiman warga, pergeseran tanah ini memicu kerusakan masif pada sejumlah infrastruktur vital dan fasilitas sosial di Kecamatan Tanah Merah. Berdasarkan hasil identifikasi cepat di lapangan, kerugian materiil akibat bencana ini ditaksir menembus angka Rp320 juta.

Fasilitas publik yang mengalami kerusakan meliputi kerusakan fisik pada struktur bangunan vihara setempat, putusnya badan jalan umum yang menjadi urat nadi mobilitas warga pesisir, serta kerusakan pada area dermaga/pelabuhan domestik Kuala Enok.

BPBD Kabupaten Inhil memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Belasan Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal saat ini telah dilarikan ke posko darurat yang disediakan pemerintah, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke kediaman kerabat yang dinilai aman.

Untuk menjaga ketahanan pangan para pengungsi, BPBD telah mendistribusikan paket bantuan bahan makanan pokok ke lokasi penampungan. Otoritas penanggulangan bencana daerah kini terus melakukan koordinasi melekat dengan jajaran pimpinan kecamatan guna merumuskan langkah penanganan struktural jangka panjang pada garis pantai yang rawan erosi tersebut.***

Editor: Isman

Sumber: MC Riau