"Melalui perjalanan study banding, maka otomatis ilmu dan pengalaman itu akan membuat anak didik menjadi lebih banyak mendapatkan ilmu dari para guru dan pendidiknya," kata Prof. H. Alaiddin Koto, Kamis (12/10/2023).
Dikatakan, salah satu yang dapat ambil dari studi banding ini yaitu adanya penggunaan sistem QR secara digital pada setiap anak didik sehingga wali kelas dapat memberi record pada hal baik.
"Melalui sistem QR, prestasi dan hal lainnya, dapat diketahui oleh orang tua bahkan seluruh komunitas kelas dan sekolah melalui notif yang terkirim saat pemberian informasi," tutur Propf. H. Alaiddin.
Menurutnya, program ini sesungguhnya telah dilakukan secara manual setiap semester melalu program QUBA yaitu Qur'an Braind Atittude.
"Kedepan akan kita lakukan secara digitalisasi. Hal ini sesuai era digital 4.0 yang cepat dan up to date dan langkah-langkah yang kita siapkan secara bertahap dengan kesiapan perangkat dan SDM tentunya," kata Ketua Yayasan H. Nurkhozin S Hadi.
Mudah-mudahan YPI Al-manar kedepan mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan akan layanan sebagaimana harapan pada orang tua.
"Jika hal ini bisa kita wujudkan, saya yakin YPI Al-manar menjadi lembaga pendidikan rujukan bagi sekolah di Pekanbaru, Riau bahkan dan nasional," ujarnya.(andri)*