PEKANBARU, AmiraRiau.com – Kabar gembira menyelimuti warga Kota Pekanbaru pada Sabtu (14/3/2026). Setelah didera cuaca ekstrim atau yang akrab disebut warga sebagai "panas bedengkang" selama beberapa hari terakhir, hujan akhirnya mengguyur ibu kota Provinsi Riau tersebut dengan intensitas yang cukup menyejukkan.
Turunnya hujan ini disambut dengan rasa syukur mendalam oleh warga. Hal ini juga menjadi sinyal positif keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang tengah gencar dilakukan Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat.
Hujan yang turun hari ini merupakan hasil dari upaya sistematis. Pada tahap pertama OMC, sebanyak 35 ton garam (NaCl) telah disemai ke awan-awan potensial di langit Riau. Program ini merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau, Jim Ghafur, menegaskan bahwa modifikasi cuaca adalah langkah paling strategis saat ini. Karakteristik lahan gambut di Riau membuat api sangat sulit dipadamkan hanya melalui jalur darat jika tidak dibantu oleh curah hujan.
"Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk memadamkan titik api di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat," jelas Jim Ghafur, kemarin.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berjuang memadamkan api di empat wilayah terdampak Karhutla, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Bengkalis.
Meski hujan mulai turun, Pemprov Riau tidak ingin lengah. Awalnya, OMC tahap kedua direncanakan pada April mendatang. Namun, melihat kondisi karhutla yang mulai meluas di beberapa kabupaten, Pemprov berharap pelaksanaan tahap lanjutan dapat dipercepat guna memastikan stok air di lahan gambut tetap terjaga.
Dengan turunnya hujan hari ini, diharapkan kualitas udara di Pekanbaru kembali membaik dan risiko meluasnya kebakaran hutan dapat segera ditekan.***
Penulis/Sumber: MCR/Yd