"Anggaran penurunan stunting APBD berada kisaran Rp 19,92 triliun dengan realisasi sebesar Rp 4,63 triliun," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Republika Online, Selasa (10/10/2023).
Menurut Sri Mulyani terdapat 12 provinsi yang diprioritaskan dalam rangka penanganan stunting di Indonesia, seluruh kementerian/lembaga bersinergi membantu penurunannya. Kemudian, jumlah provinsi prioritas penanganan stunting ditingkatkan menjadi 17 provinsi guna percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Total insentif fiskal (penghargaan uang) yang diberikan daerah yang menurunkan stunting tercepat dan terbaik pada 2022 sebesar Rp 1,68 triliun, yang diberikan kepada 90 daerah yang terdiri dari 20 provinsi, 30 kota, dan 40 kabupaten.
Sedangkan pada 2023, insentif fiskal diberikan penurunan stunting diberikan kepada 125 daerah yaitu tujuh provinsi, 21 kota, dan 97 kabupaten.***
"Anggaran penurunan stunting APBD berada kisaran Rp 19,92 triliun dengan realisasi sebesar Rp 4,63 triliun," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Republika Online, Selasa (10/10/2023).
Menurut Sri Mulyani terdapat 12 provinsi yang diprioritaskan dalam rangka penanganan stunting di Indonesia, seluruh kementerian/lembaga bersinergi membantu penurunannya. Kemudian, jumlah provinsi prioritas penanganan stunting ditingkatkan menjadi 17 provinsi guna percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Total insentif fiskal (penghargaan uang) yang diberikan daerah yang menurunkan stunting tercepat dan terbaik pada 2022 sebesar Rp 1,68 triliun, yang diberikan kepada 90 daerah yang terdiri dari 20 provinsi, 30 kota, dan 40 kabupaten.
Sedangkan pada 2023, insentif fiskal diberikan penurunan stunting diberikan kepada 125 daerah yaitu tujuh provinsi, 21 kota, dan 97 kabupaten.***