Kepada awak media ini, Rusdi atau yang akrab disapa Muk, menuturkan, bahwa melayat atau takziah, merupakan salah satu budaya umat Islam di Nusantara, sebagai bentuk untuk ikut merasakan duka atas kepergian seseorang yang telah dipanggil oleh sang Illahi.
“Dengan kehadiran kita, InsyaAllah akan membuat keluarga duka merasa terhibur, sehingga dapat mengurangi rasa kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucap Muk.
Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Natuna itu, berharap agar keluarga korban tidak larut dalam kesedihan. Sebab, setiap manusia pasti akan mati, dan kembali kepada sang penciptanya.
“Tidak ada seseorang pun di dunia ini yang bisa terhindar dari kematian. Hanya saja waktunya yang tidak sama. Untuk itu, kita harus bisa ikhlas melepaskan kepergian seseorang yang kita sayangi,” tutur Muk.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Natuna I itu, mengajak kita semua untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Mari kita siapkan bekal kita untuk menghadap sang khalik. Karena kematian bisa datang kapan saja dan kepada siapapun yang di kehendaki oleh Allah SWT. Ada yang dipanggil di usia senja, ada pula yang masih muda sudah dipanggil. Kita semua tidak tahu kapan kita bakal dipanggil, untuk itu harus kita siapkan bekal dari sekarang,” pesan Muk. (Adv)
Kepada awak media ini, Rusdi atau yang akrab disapa Muk, menuturkan, bahwa melayat atau takziah, merupakan salah satu budaya umat Islam di Nusantara, sebagai bentuk untuk ikut merasakan duka atas kepergian seseorang yang telah dipanggil oleh sang Illahi.
“Dengan kehadiran kita, InsyaAllah akan membuat keluarga duka merasa terhibur, sehingga dapat mengurangi rasa kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucap Muk.
Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Natuna itu, berharap agar keluarga korban tidak larut dalam kesedihan. Sebab, setiap manusia pasti akan mati, dan kembali kepada sang penciptanya.
“Tidak ada seseorang pun di dunia ini yang bisa terhindar dari kematian. Hanya saja waktunya yang tidak sama. Untuk itu, kita harus bisa ikhlas melepaskan kepergian seseorang yang kita sayangi,” tutur Muk.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Natuna I itu, mengajak kita semua untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Mari kita siapkan bekal kita untuk menghadap sang khalik. Karena kematian bisa datang kapan saja dan kepada siapapun yang di kehendaki oleh Allah SWT. Ada yang dipanggil di usia senja, ada pula yang masih muda sudah dipanggil. Kita semua tidak tahu kapan kita bakal dipanggil, untuk itu harus kita siapkan bekal dari sekarang,” pesan Muk. (Adv)