PADANG, AmiraRiau.com — Di saat sebagian masyarakat bersiap merayakan malam pergantian tahun, sekelompok mahasiswa dari Riau justru memilih turun ke puing-puing bencana. Azmi Zandri, Presiden Mahasiswa (Presma) STIE Riau, menegaskan pentingnya solidaritas sosial dengan mengalihkan fokus perayaan tahun baru 2026 menjadi aksi pemulihan bencana di Sumatera Barat.
"Sangat menyayat hati melihat saudara kita berjuang di tengah reruntuhan. Tidak tega rasanya menghidupkan kembang api di saat warga di sini masih bergelut dengan lumpur dan rumah yang hancur," tegas Azmi dengan nada getir, Selasa (30/12/2025).

Gerakan kemanusiaan ini dimulai sejak 25 Desember 2025, di mana tim BEM STIE Riau bergerak menuju Sumatera Barat. Aksi ini merupakan kolaborasi apik antara mahasiswa Riau (STIE Riau dan UMRI) dengan elemen mahasiswa Sumatera Barat (UNAND, UNP, UMSB, dan ADZKIA).
Tim relawan mahasiswa fokus melakukan peninjauan dan penyaluran bantuan di dua titik kritis, yakni Kampung Batu Busuok dan Kopalo Koto, Kota Padang. Di lokasi ini, sisa-sisa tragedi masih tampak jelas dengan rumah hunian yang hanya menyisakan puing dan timbunan lumpur.

Bantuan yang Disalurkan meliputi:
-Kebutuhan Pokok: Bahan pangan dan susu bayi.
-Perlengkapan Tidur: Selimut untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
-Penerangan: Lilin bagi wilayah yang masih mengalami gangguan listrik.
-Sanitasi: Popok untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Selain bantuan materi, mahasiswa juga fokus pada program trauma healing, khususnya bagi anak-anak. Dengan berbekal makanan ringan dan susu kotak, para relawan berinteraksi langsung untuk mengalihkan bayangan trauma tragedi dari pikiran anak-anak korban bencana.

"Gerakan ini berangkat dari hati nurani. Kita harus memastikan bahwa kita adalah bagian yang ikut merasakan kepedihan mereka. Mari kita tutup tahun 2025 dengan kepedulian, bukan sekadar hura-hura," tutup Azmi.***
Penulis: BEM STIE Riau