ASAHAN, AmiraRiau.com- Produk UMKM Kabupaten Asahan kembali membanggakan Sumatera Utara. Sebanyak 40 ton terasi khas Asahan sukses diekspor perdana ke Thailand.
Pelepasan Ekspor Perdana UMKM Produk Perikanan Kabupaten Asahan ini dipusatkan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu, (28/10/2026) pukul 08.30 WIB.
Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., beserta rombongan, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., beserta rombongan, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Forkopimda Kabupaten Asahan, para OPD, para Camat dan tamu undangan lainnya.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin,S.Sos., M.Si., mengucapkan selamat datang kepada Menko Bidang Pangan RI beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan ini sebagai kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Bupati menjelaskan sinergi tersebut penting dalam mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ia juga menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan Kabupaten Asahan, meliputi penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjung Balai Asahan, Aan Fibro Widodo, mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil pendampingan terhadap UMKM berskala kecil yang berawal dari usaha rumah tangga. Kini produk tersebut telah memenuhi standar mutu ekspor.
Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, B.Sc., menyampaikan Asahan memiliki beragam produk unggulan, salah satunya terasi yang telah dikenal masyarakat. Ia mengapresiasi terlaksananya ekspor perdana tersebut dan berharap keberhasilan ini dapat membuka jalan bagi produk UMKM lainnya untuk memasuki pasar luar negeri.
“Ekspor terasi ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ungkap Surya.
Menko Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas terlaksananya ekspor perdana produk UMKM tersebut. Ia berharap keberhasilan ini menjadi awal bagi semakin banyak produk unggulan Asahan yang mampu menembus pasar ekspor di berbagai negara.
Di samping itu, Menko juga menyampaikan bantuan pangan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1–4 atau kelompok berpenghasilan rendah. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram yang diberikan sekaligus untuk 3 bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan sasaran 33,2 juta penerima di Indonesia.
Ia menambahkan kondisi kemarau dapat memengaruhi produksi dan harga beras. Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Perum Bulog. Pemerintah juga mencadangkan satu juta ton beras untuk mendukung upaya stabilisasi tersebut.
Menko berharap dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Ekspor perdana terasi Asahan menjadi kesempatan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal.***
Penulis: Heru
Editor: Isman