RAMBAH SAMO, AmiraRiau.com – Kepala Desa Margamulya, Jasmani, secara resmi menggelar Musyawarah Desa Pertanggungjawaban Tahunan (MDPT) BUMDes Mitra Usaha Mulya Tahun Buku 2025 pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa kepada masyarakat.
Acara yang mengusung tema “Bersinergi untuk Kesejahteraan Bersama” ini dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu yang diwakili Kabid DPMPD Rohul Arie Apriadi, Camat Rambah Samo Drs. Zulbahri, M.Pd, serta perwakilan unsur pimpinan kecamatan dan masyarakat setempat.
Camat Rambah Samo, Drs. Zulbahri, M.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi luar biasa terhadap capaian BUMDes Mitra Usaha Mulya. Ia mengungkapkan bahwa unit usaha ini telah menjadi standar bagi BUMDes lainnya.
"Dari 14 BUMDes di Kecamatan Rambah Samo, Mitra Usaha Mulya menjadi yang terbaik hingga saat ini. Bahkan jika dirangking di tingkat Kabupaten Rokan Hulu, BUMDes ini berada di posisi lima besar," ungkap Zulbahri bangga.
Kabid DPMPD Rohul, Arie Apriadi, menegaskan bahwa MDPT adalah amanat regulasi yang krusial. Ia mendorong agar BUMDes tidak cepat puas dan mulai merambah dunia digital.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui laporan laba rugi hingga dana sosial dan digitalisasi harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan agar mampu bersaing. Selain BUMDes didorong menjalin kolaborasi dengan perusahaan perkebunan sawit di wilayah sekitar untuk masuk ke rantai pasok kebutuhan pokok.
Direktur BUMDes Mitra Usaha Mulya, Suryana, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 secara mendetail. Laporan tersebut mencakup perkembangan unit usaha, rincian pendapatan, hingga kontribusi sosial yang diberikan langsung kepada warga desa.
Kades Marga Mulya, Jasmani, selaku penasihat BUMDes, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan unit-unit usaha.
"Keberhasilan BUMDes adalah cerminan kemajuan desa. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengawasi dan mendukung operasional BUMDes agar tetap sehat dan berkembang," tutupnya.
Musyawarah berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, mencerminkan tingginya partisipasi warga dalam mengawal modal kolektif desa.***
Penulis: Yusrizal