Butuh Perjuangan ke Titik Api, Tim Manggala Agni Jalan Kaki 3 Km Angkut Peralatan Karhutla ke Sungai Guntung Inhu

A

Alseptri Ady

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Butuh Perjuangan ke Titik Api, Tim Manggala Agni Jalan Kaki 3 Km Angkut Peralatan Karhutla ke Sungai Guntung Inhu
PEKANBARU, AmiraRiau.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih menghadapi tantangan. Memasuki hari ke-22 operasi, kondisi di lokasi belum sepenuhnya terkendali karena bara api masih berpotensi muncul kembali dari dalam gambut dan akar-akar pohon.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan tim masih melanjutkan operasi pemadaman dan mopping up di lokasi kebakaran pada Senin (24/8/2026).

Berdasarkan laporan penanganan fire spot Manggala Agni Daops Rengat, luas lahan yang terbakar di Sungai Guntung Hilir mencapai 471,39 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 50,2 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Luas terbakar 471,39 hektare dan luas yang sudah dipadamkan 50,2 hektare," kata Ilham dalam laporan penanganan karhutla, Senin (24/8/2026) malam.

Lokasi kebakaran berada di kawasan dengan jenis tanah gambut dan berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah, terutama karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali membesar ketika menemukan bahan bakar kering.

"Hari ini, Manggala Agni membagi tim untuk memperkuat penanganan di sejumlah titik. Tim 1 ditempatkan di bagian timur area embung 27, sementara Tim 2 bergerak di bagian timur area embung 26," jelasnya.

Sementara itu, tim BPBD bersama TNI melakukan penanganan di bagian utara area embung 18. Tim Polri difokuskan di bagian selatan ekor api.

Medan yang sulit menjadi salah satu kendala utama dalam operasi. Peralatan harus dilangsir menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer, kemudian tim masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer menuju lokasi penanganan.

Selain akses yang sulit, petugas juga berhadapan dengan vegetasi hutan dan belukar yang padat. Kondisi semakin menyulitkan karena kabut asap membuat jarak pandang terbatas.

"Kabut asap juga menyulitkan untuk membedakan sumber titik api setempat karena terhalang kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," jelas Ilham.

Untuk mendukung pemadaman, Manggala Agni mengerahkan satu unit mesin Mark-3 dan dua unit mesin Mini Striker. Tim juga membawa tiga rol selang hisap, empat rol selang penyalur berukuran 2,5 inci dan 13 rol selang penyalur 1,5 inci.

Peralatan lainnya yang digunakan yakni masing-masing satu unit Y Connector ukuran 2,5 inci dan 1,5 inci serta empat unit nozzle 1,5 inci.

Ilham menyebut kondisi lokasi operasi masih belum terkendali sepenuhnya. Bahan bakar yang kering, ditambah bara api yang masih tersembunyi di akar pohon dan belukar, berpotensi membuat api kembali membesar.

Karena itu, kegiatan mopping up belum dapat dituntaskan dan akan kembali dilanjutkan pada Selasa (25/8/2026).

"Tim gabungan masih berupaya memastikan bara-bara yang tersisa dapat ditemukan dan dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik api baru," tukasnya. ***

 

Editor: Alseptri Ady

Sumber: MCR