JAKARTA, AmiraRiau.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat status belum atau tidak bekerja masih menjadi kelompok terbesar dalam komposisi penduduk Indonesia berdasarkan jenis pekerjaan.
Data Semester I Tahun 2026 menunjukkan jumlah penduduk pada kategori tersebut mencapai 74.978.329 jiwa atau 25,84 persen dari total populasi per 30 Juni 2026.
Besarnya angka tersebut menggambarkan bahwa sekitar satu dari empat penduduk Indonesia belum masuk ke dalam kelompok pekerja. Data ini menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi ketenagakerjaan sekaligus menyusun kebijakan yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Setelah kategori belum atau tidak bekerja, kelompok dengan jumlah terbesar berikutnya adalah wiraswasta sebanyak 69.733.714 jiwa atau 24,04 persen. Selanjutnya terdapat kategori lainnya sebanyak 53.941.725 jiwa (18,59 persen), pelajar/mahasiswa sebanyak 49.947.639 jiwa (17,22 persen), serta penduduk yang bekerja di sektor pertanian dan peternakan sebanyak 29.841.485 jiwa atau 10,29 persen.
Data Dukcapil juga mencatat orang dari berbagai profesi selain lima kelompok tersebut. Ini termasuk pejabat negara dan sipil, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, nelayan, pensiunan, dan orang yang bekerja dalam bidang agama dan kepercayaan. Semua data ini dikumpulkan melalui pemutakhiran data kependudukan nasional yang dilakukan secara berkala.
Data kependudukan yang mutakhir dianggap penting untuk membuat kebijakan di berbagai bidang. Data tersebut tidak hanya membantu dalam perencanaan pembangunan, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat rencana yang lebih tepat sasaran yang mencakup pemerataan pelayanan publik, pengembangan ekonomi, dan peningkatan kesempatan kerja.***