Didanai APBN, Festival Siak Bermadah dan Revitalisasi Istana Dipastikan Terlaksana Tahun Ini

I

Isman

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:38 WIB

Didanai APBN, Festival Siak Bermadah dan Revitalisasi Istana Dipastikan Terlaksana Tahun Ini
Bupati Siak, Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si., saat membuka kegiatan kebudayaan di Balairung Sri, Selasa (11/8/2026).

SIAK, AmiraRiau.com– Pemerintah Kabupaten Siak memastikan kegiatan kebudayaan tetap berjalan di tengah kondisi keuangan yang belum stabil. Tahun ini, sebanyak 13 kegiatan kebudayaan mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk Festival Siak Bermadah.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan dukungan pemerintah pusat tersebut diperoleh setelah Pemkab Siak mengusulkan sejumlah program kebudayaan. Langkah itu dilakukan agar pelestarian sejarah dan budaya tetap berjalan meski anggaran daerah terbatas.

“Gerak pembangunan dipastikan tetap berjalan di Kabupaten Siak, termasuk kegiatan kebudayaan. Kita tidak boleh menyerah. Kalau APBD tidak ada, kita masih punya sumber-sumber pembiayaan lainnya,” kata Afni saat membuka kegiatan kebudayaan di Balairung Sri, Selasa (11/8/2026).

Menurut Afni, Festival Siak Bermadah yang sebelumnya terkena efisiensi anggaran, namun tahun ini dipastikan tetap dilaksanakan dengan dukungan APBN.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyaallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan. Tahun ini ada dua event yaitu Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah, Insyaallah akan kita laksanakan dan dananya tidak dari APBD,” ujarnya.

Selain kegiatan kebudayaan, Pemkab Siak juga memastikan revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri mulai dilaksanakan tahun ini menggunakan dukungan APBN.

Revitalisasi tersebut sebelumnya direncanakan melalui APBD, tetapi tertunda akibat efisiensi anggaran. Pemkab Siak kemudian mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Tahun ini insyaallah kita akan memulai revitalisasi Istana dan Balairung Sri dari APBN. Ini ikhtiar kita,” tegas Afni. 

Afni mengatakan keberlanjutan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan upaya Pemkab Siak mencari sumber pembiayaan di luar APBD. “Kita tidak boleh menyerah terhadap kondisi ini. Kita terus mengetuk pintu-pintu yang ada,” katanya.

Ia juga meminta kegiatan kebudayaan tidak hanya terpusat di kawasan Siak, tetapi diperluas ke kecamatan agar semakin dekat dengan masyarakat dan generasi muda.

“Denyut kemelayuan dan kebudayaan itu coba kita luaskan di kecamatan. Memang pusatnya di Siak, tetapi kegiatan bisa saja dilaksanakan di tempat lain,” ujarnya.***

Sumber: MC Siak