Dua Rumah Warga Ujungbatu Terancam Amblas ke Sungai Ngaso, Minta Pembangunan Turap

I

Isman

Sabtu, 18 April 2026 | 10:53 WIB

Dua Rumah Warga Ujungbatu Terancam Amblas ke Sungai Ngaso, Minta Pembangunan Turap
Dua rumah di ambang kehancuran akibat abrasi tebing Sungai Ngaso yang kian mengganas setiap kali arus sungai meluap.

UJUNGBATU, AmiraRiau.com – Kecemasan mendalam kini menghantui warga di Komplek Yahardeka, Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu. Rumah milik dua warga, Thomas dan Oki, kini berada di ambang kehancuran akibat abrasi tebing Sungai Ngaso yang kian mengganas setiap kali arus sungai meluap.

Kondisi ini bukan hal baru. Saban tahun, hantaman arus sungai terus mengikis tanah di bawah pemukiman warga. Puncaknya pada banjir besar Februari 2026 lalu, yang tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga merenggut nyawa seorang anak di bawah jembatan Sungai Ngaso.

Hingga saat ini, rumah milik Thomas sudah berada di bibir tebing, sementara rumah Oki hanya tinggal menunggu waktu untuk mengalami nasib serupa. Upaya pengaduan telah dilakukan, bahkan warga telah menjalin komunikasi langsung via WhatsApp dengan Wakil Bupati Rokan Hulu, Saparuddin Poti.

Meski sempat ada respons dari Camat Ujungbatu, Sigit Pranjoro, bersama pihak Kelurahan, Babinsa, dan Dinas PUPR Rohul, bantuan yang diberikan dinilai hanya bersifat penanganan sementara (emergency).

"Kami dibantu dana sekitar Rp5.000.000 untuk material kayu penyangga dan 300 karung goni berisi pasir dari PUPR. Tapi ini solusi darurat. Sampai kapan kami harus bertahan dengan karung pasir sementara tanah terus runtuh?" cetus salah seorang warga dengan nada getir.

Harapan warga sempat membumbung tinggi ketika Wakil Bupati menyampaikan bahwa pada akhir Februari 2026 akan direalisasikan bantuan pembangunan turap atau tembok penahan tebing secara permanen. Namun, memasuki pertengahan April 2026, janji tersebut tak kunjung menampakkan tanda-tanda realisasi.

Warga kini mempertanyakan komitmen pasangan kepala daerah Anton - Poti dalam merealisasikan program ekonomi dan infrastruktur kerakyatan di wilayah Ujungbatu.

"Jangan sampai jatuh korban lagi atau rumah kami benar-benar rata dengan sungai baru pemerintah bergerak. Kami sangat berharap Bapak Bupati dan Wakil Bupati mengabulkan permintaan kami sebelum musibah yang lebih besar terjadi," harap Thomas dan Oki.

Abrasi yang terjadi di Sungai Ngaso kini bukan lagi sekadar masalah administrasi atau teknis, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Warga mendesak agar Pemkab Rohul segera mengalokasikan anggaran tanggap darurat yang permanen agar pembangunan turap di titik rawan Komplek Yahardeka segera terlaksana sebelum musim penghujan berikutnya kembali menghantam.***

Penulis: Yus

Editor: Isman