"Kami Pemerintah Kabupaten Siak mengapresiasi Pemerintah Kampung Rawang Kao Barat yang setiap tahunnya selalu mengadakan festival gasing berembang ini. Ini merupakan upaya-upaya dalam melestarikan permainan tradisional yang ada di Kabupaten Siak ditengah-tengah perkembangan zaman yang modern," ujar Husni.
Menurutnya, gasing bukan hanya sekedar permainan semata, ada makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya
"Semua permainan tempo dulu termasuk gasing yang diciptakan masyarakat memiliki makna dan filosifi tersendiri. Pusingan itu dimana akan berhenti dimana akan ada harmonisasi, keseimbangan, toleransi dan pertemuan dalam hidup dan hal-hal yang luar biasa," kata Husni.
Wakil Bupati Siak Husni Merza berharap festival gasing berembang bisa terus dilaksanakan dan akan disupport lewat APBD seperti di festival Tempo Doloe sehingga bisa menjadi daya tarik wisata.
"Nanti kita akan melakukan koordinasi baik dari pemerintah kampung dan dinas pariwisata untuk saling berkoordinasi agar bisa mensupport festival ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan ke Kampung Rawang Kao Barat," tutup Husni.
Penghulu Kampung Rawang Kao Barat Arifin, mengatakan Festival Gasing Berembang tahun ini merupakan yang ke-4 kalinya.
"Gasing ini sudah ada sejak dahulu dan menjadi permainan tradisional masyarakat melayu, jadi perlu kita lestarikan ditengah kemajuan zaman karena memiliki daya tarik wisatawan yang kuat," ujarnya.
Hadir pada Festival Gasing Berembang, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Paula Chandra, Camat Lubuk Dalam Agung Apandi, Penghulu Kampung Rawang Kao Barat Arifin, Kapolsek Lubuk Dalam, Kabid Budaya Nofen.(Mc-Siak)***
Editor: Isman
"Kami Pemerintah Kabupaten Siak mengapresiasi Pemerintah Kampung Rawang Kao Barat yang setiap tahunnya selalu mengadakan festival gasing berembang ini. Ini merupakan upaya-upaya dalam melestarikan permainan tradisional yang ada di Kabupaten Siak ditengah-tengah perkembangan zaman yang modern," ujar Husni.
Menurutnya, gasing bukan hanya sekedar permainan semata, ada makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya
"Semua permainan tempo dulu termasuk gasing yang diciptakan masyarakat memiliki makna dan filosifi tersendiri. Pusingan itu dimana akan berhenti dimana akan ada harmonisasi, keseimbangan, toleransi dan pertemuan dalam hidup dan hal-hal yang luar biasa," kata Husni.
Wakil Bupati Siak Husni Merza berharap festival gasing berembang bisa terus dilaksanakan dan akan disupport lewat APBD seperti di festival Tempo Doloe sehingga bisa menjadi daya tarik wisata.
"Nanti kita akan melakukan koordinasi baik dari pemerintah kampung dan dinas pariwisata untuk saling berkoordinasi agar bisa mensupport festival ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan ke Kampung Rawang Kao Barat," tutup Husni.
Penghulu Kampung Rawang Kao Barat Arifin, mengatakan Festival Gasing Berembang tahun ini merupakan yang ke-4 kalinya.
"Gasing ini sudah ada sejak dahulu dan menjadi permainan tradisional masyarakat melayu, jadi perlu kita lestarikan ditengah kemajuan zaman karena memiliki daya tarik wisatawan yang kuat," ujarnya.
Hadir pada Festival Gasing Berembang, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Paula Chandra, Camat Lubuk Dalam Agung Apandi, Penghulu Kampung Rawang Kao Barat Arifin, Kapolsek Lubuk Dalam, Kabid Budaya Nofen.(Mc-Siak)***
Editor: Isman