Dirinya menjelaskan, tetapi banyak manusia yang tidak sadar tentang hal rezeki itu. Makanya, banyak umat yang terlena hanya mengejar tentang dunia saja. Padahal kehidupan didunia ini hanya bersifat sementara, oleh karna itu dirinya mengajak para jamaah agar berlomba-lombalah untuk bertakwa.
“Berapa banyak orang yang mampu melangkahkan kaki ke masjid ini. Seharusnya kita renungilah hal itu bersama. Hidup kita sangat sebentar, justru dari itulah makanya Allah memberikan cara-cara supaya kita bisa mendapatkan keberkahan di dunia ini,” jelasnya.
Mantan Danrem Wira Bima tersebut menuturkan, beruntunglah bagi orang-orang yang masih bisa menjalankan ibadah salat subuh di masjid. Karena yakinlah dalam waktu yang bersamaan ketika jemaah ada di masjid ini, ada juga orang yang sedang berada di rumah sakit sana dalam menghadapi sakaratul maut.
“Ada juga orang yang dalam waktu bersamaan dia sedang menghadapi sakit yang sangat luar biasa sehingga dia tidak bisa melangkahkan kaki menuju ke tempat yang mulia ini. aka bersyukurlah kita di mudahkan Allah untuk melangkahkan kaki ke masjid ini merupakan rezeki yang dimuliakan,” tuturnya.
Wagubri Edy Natar mengungkapkan, gerakan subuh tersebut di laksanakan dalam seminggu dua kali yaitu tepatnya pada hari sabtu dan minggu. Dirinya menambahkan GSSB ini sudah lama digaungkan oleh Pemprov Riau, bahkan telah ada saat dirinya masih menjadi TNI.
“Subuh ini merupakan gerakan salat subuh yang ke 128 yang dilaksanakan GSSB Provinsi Riau, memang kita melaksanakan hari sabtu dan ahad. Gerakan ini sudah ada sejak dulu jauh sebelum saya menjadi Wakil Gubernur. Ya tentu saja tujuannya mengajak umat untuk salat berjamaah,” ungkapnya.
Sebagai informasi, program GSSB ini merupakan bentuk dakwah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang bertujuan sebagai wadah silahturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah, serta mengajak umat untuk meramaikan masjid.(MCR)***
Dirinya menjelaskan, tetapi banyak manusia yang tidak sadar tentang hal rezeki itu. Makanya, banyak umat yang terlena hanya mengejar tentang dunia saja. Padahal kehidupan didunia ini hanya bersifat sementara, oleh karna itu dirinya mengajak para jamaah agar berlomba-lombalah untuk bertakwa.
“Berapa banyak orang yang mampu melangkahkan kaki ke masjid ini. Seharusnya kita renungilah hal itu bersama. Hidup kita sangat sebentar, justru dari itulah makanya Allah memberikan cara-cara supaya kita bisa mendapatkan keberkahan di dunia ini,” jelasnya.
Mantan Danrem Wira Bima tersebut menuturkan, beruntunglah bagi orang-orang yang masih bisa menjalankan ibadah salat subuh di masjid. Karena yakinlah dalam waktu yang bersamaan ketika jemaah ada di masjid ini, ada juga orang yang sedang berada di rumah sakit sana dalam menghadapi sakaratul maut.
“Ada juga orang yang dalam waktu bersamaan dia sedang menghadapi sakit yang sangat luar biasa sehingga dia tidak bisa melangkahkan kaki menuju ke tempat yang mulia ini. aka bersyukurlah kita di mudahkan Allah untuk melangkahkan kaki ke masjid ini merupakan rezeki yang dimuliakan,” tuturnya.
Wagubri Edy Natar mengungkapkan, gerakan subuh tersebut di laksanakan dalam seminggu dua kali yaitu tepatnya pada hari sabtu dan minggu. Dirinya menambahkan GSSB ini sudah lama digaungkan oleh Pemprov Riau, bahkan telah ada saat dirinya masih menjadi TNI.
“Subuh ini merupakan gerakan salat subuh yang ke 128 yang dilaksanakan GSSB Provinsi Riau, memang kita melaksanakan hari sabtu dan ahad. Gerakan ini sudah ada sejak dulu jauh sebelum saya menjadi Wakil Gubernur. Ya tentu saja tujuannya mengajak umat untuk salat berjamaah,” ungkapnya.
Sebagai informasi, program GSSB ini merupakan bentuk dakwah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang bertujuan sebagai wadah silahturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah, serta mengajak umat untuk meramaikan masjid.(MCR)***