PEKANBARU, AmiraRiau.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa Provinsi Riau mengalami inflasi secara tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,95 persen pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,88.
"Pada Mei 2026 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Riau sebesar 3,95 persen dengan IHK sebesar 112,88. Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,43 persen dengan IHK 113,49, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 3,71 persen dengan IHK 112,79," ujar Asep Riyadi, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di empat kabupaten/kota di Riau, inflasi tahunan tersebut tercermin dari kenaikan IHK dari 108,59 pada Mei 2025 menjadi 112,88 pada Mei 2026.
Selain itu, secara bulanan (month to month atau m-to-m) Riau mengalami inflasi sebesar 0,76 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date atau y-to-d) tercatat sebesar 0,61 persen.
Asep menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya sembilan kelompok pengeluaran.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 11,04 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,03 persen, pendidikan 5,08 persen, kesehatan 3,55 persen, transportasi 3,32 persen.
Kemudian, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,64 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 1,03 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,99 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,93 persen.
"Di sisi lain terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,68 persen dan kelompok pakaian serta alas kaki sebesar 0,33 persen," katanya.
Lebih lanjut, Asep mengungkapkan sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Riau. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, biaya pendidikan akademi dan perguruan tinggi, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, biaya pemeliharaan atau servis kendaraan.
Lalu, angkutan udara, daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), beras, ikan patin, nasi dengan lauk, bensin, telur ayam ras, cabai rawit, jeruk, tarif rumah sakit, tomat, Sigaret Kretek Tangan (SKT), mobil, serta bakso siap santap.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan antara lain bawang putih, sabun deterjen bubuk, masker, kelapa, kentang, sepatu pria, sandal kulit wanita. Selanjutnya, pengharum cucian, gaun wanita, blus wanita, celana jeans wanita, susu bubuk balita, tarif kendaraan roda empat daring, sabun mandi cair, dan mi instan kering.
Untuk inflasi bulanan Mei 2026, komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan harga adalah cabai merah, biaya servis kendaraan, minyak goreng, tomat, bensin, ikan patin, tarif rumah sakit, bawang merah.
Lalu, cabai rawit, sawi hijau, nasi dengan lauk, ikan lele, angkutan udara, semangka, bahan bakar rumah tangga, jeruk, ikan serai, bakso siap santap, mainan anak, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
"Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan meliputi daging ayam ras, emas perhiasan, ayam hidup, jengkol, telur ayam ras, mobil, sepatu pria, petai, ikan nila, udang basah, bawang putih, ikan tongkol, kubis, sandal kulit wanita, dan blus wanita," jelasnya.
Dari sisi kelompok pengeluaran, penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 1,96 persen. Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,83 persen, transportasi 0,42 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,27 persen.
Kemudian, pendidikan 0,23 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,13 persen, kesehatan 0,10 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen, serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,02 persen.
Adapun kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen dan 0,02 persen.
"BPS Provinsi Riau mencatat perkembangan harga pada Mei 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan, jasa, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga, sehingga mendorong inflasi tahunan Provinsi Riau mencapai 3,95 persen," tandasnya. ***