Jadi Jalur Exit Tol XIII Koto Kampar, Jalan Koto Mesjid Rusak Parah dan Butuh Perbaikan

I

Isman

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:37 WIB

Jadi Jalur Exit Tol XIII Koto Kampar, Jalan Koto Mesjid Rusak Parah dan Butuh Perbaikan
Pj Kades Ahmad Alihanafia, didampingi Sekretaris Desa Gennefer Sidik, saat meninjau beberapa titik kerusakan badan jalan di wilayah Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Rabu (2/6/2026).

KOTO MESJID, AmiraRiau.com — Menanggapi gelombang keluhan dari warga lokal serta para pengendara lintas daerah, Penjabat (Pj) Kepala Desa Koto Mesjid, Ahmad Alihanafia, bergerak cepat dengan melayangkan proposal rehabilitasi infrastruktur jalan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Langkah taktis ini diambil guna memulihkan fungsi jalan yang kian memprihatinkan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pj Kades Ahmad Alihanafia, didampingi Sekretaris Desa Gennefer Sidik, saat melakukan peninjauan langsung (on the spot) ke beberapa titik kerusakan badan jalan di wilayah Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Rabu (2/6/2026).

Ali mengungkapkan, draf proposal permohonan perbaikan infrastruktur ini telah dikirimkan secara resmi kepada Bupati Kampar, dinas teknis terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, serta dijaring melalui jalur aspirasi anggota DPRD Kampar.

Pria yang juga definitif menjabat sebagai Kepala UPTD Wilayah I Bapenda Kampar ini menjelaskan bahwa bentangan kerusakan jalan tersebut cukup masif. Kerusakan tidak hanya terjadi di area internal permukiman warga Koto Mesjid, tetapi juga mencakup jalur penghubung luar, mulai dari Desa Silam (Kecamatan Kuok) melintasi wilayah desa hingga menembus Simpang Citra yang memotong Jalan Nasional Riau-Sumatra Barat (Sumbar).

Sebagai langkah strategis pada tahap awal, Pemdes memprioritaskan usulan perbaikan pada segmen jalan yang mengalami dekomposisi paling parah, yaitu jalur dari Simpang Sate (Dusun III) menuju Simpang Citra (melewati Dusun II) dan beberapa titik kerusakan struktural pada Jalan Lingkar yang melintasi Dusun IV dan Dusun I.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kondisi jalan saat ini dipenuhi lubang menganga berdiameter lebar dengan permukaan tanah yang kasar akibat lapisan aspal yang telah terkikis habis, menyisakan bongkahan batu besar.

Kondisi ini menyulitkan kendaraan kecil dan truk bermuatan berat untuk melintas. Masalah kian pelik saat curah hujan tinggi karena menimbulkan genangan air yang dalam, terutama di area tanjakan tajam wilayah Dusun II yang rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Sejak diamanahkan memimpin desa ini pada 19 Mei lalu menggantikan Almarhum Arjunalis, pemulihan jalan ini langsung menjadi program prioritas utama saya. Kami terus membangun komunikasi intensif dengan pimpinan daerah dan wakil rakyat agar harapan masyarakat bisa segera terealisasi," ungkap Ahmad Alihanafia.

Meski demikian, Ali juga meminta masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang melakukan efisiensi anggaran secara ketat.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Desa Koto Mesjid, Gennefer Sidik, menambahkan bahwa percepatan perbaikan jalan ini bernilai harga mati bagi marwah dan perekonomian desa. Pasalnya, Koto Mesjid telah dinobatkan sebagai desa wisata berprestasi di tingkat nasional yang kerap dikunjungi tamu kedinasan maupun pelancong luar daerah.

"Rata-rata setiap minggu ada sekitar 20 unit minibus hingga bus pariwisata berukuran besar yang masuk ke desa kami. Melihat kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan berlubang seperti ini tentu membuat kami tidak nyaman terhadap para tamu. Banyak kendaraan mereka yang terpaksa berjalan merayap dan ekstra hati-hati," beber Gennefer.

Sebagai informasi, wilayah yang dijuluki Kampung Patin ini merupakan sentra ekonomi makro di Kampar yang memproduksi belasan ton ikan patin basah per hari, serta aneka hilirisasi produk olahan seperti ikan salai, nugget, kerupuk, hingga abon patin. Jalur ini juga menjadi perlintasan utama distribusi komoditas kelapa sawit dan karet mentah milik warga setempat.***

Penulis: Ali Akbar

Editor: Isman