Kapolres Meranti Disambut Tepung Tawar, LAMR Kukuhkan Sebagai Anak Kemenakan Melayu

F

Farhan Hasibuan

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:30 WIB

Kapolres Meranti Disambut Tepung Tawar, LAMR Kukuhkan Sebagai Anak Kemenakan Melayu
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita mengikuti prosesi Tepung Tawar di Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti.

MERANTI, AmiraRiau.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Majelis Tepung Tawar untuk menyambut Kapolres Kepulauan Meranti yang baru, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., di Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti, Jumat (31/7/2026).

Prosesi adat tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Kapolres yang baru sekaligus simbol diterimanya sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Melayu di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, S.H., yang mewakili Bupati Kepulauan Meranti, mengatakan Majelis Tepung Tawar bukan sekadar prosesi adat, tetapi mengandung doa, harapan, keselamatan, dan keberkahan yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Melayu.

Ia berharap kehadiran Kapolres baru mampu memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat mengemban amanah di Kabupaten Kepulauan Meranti. Semoga kehadiran Bapak menjadi energi baru dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sudandri.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, mengaku terkesan atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat dan LAMR.

“Saya berharap selama saya mengabdi di sini, bantu saya untuk bisa berbuat yang terbaik. Sudah menjadi prinsip saya, di mana bertugas harus ada legacy atau peninggalan yang positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, menyampaikan secara simbolis bahwa Kapolres telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Melayu.

Melalui sebuah pantun, Afrizal mengatakan, “Bagaikan bunga kembang setaman, kalau sudah sampai ke balai adat tentulah menjadi anak kemenakan.”

Prosesi Majelis Tepung Tawar kemudian ditutup dengan makan pulut kuning bersama sebagai simbol kebersamaan.

 

Editor: Tim redaksi