PEKANBARU, AmiraRiau.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat total luasan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau sepanjang tahun 2026 telah mencapai 18.582,90 hektare (Ha). Sebaran kebakaran tercatat berada di seluruh atau 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, memaparkan bahwa secara akumulatif sejak 1 Januari 2026, terdeteksi sebanyak 12.677 titik panas (hotspot) dengan 618 titik api (fire spot) di Riau. Sementara untuk cakupan Pulau Sumatra, total titik panas telah mencapai 45.775 titik.
"Untuk titik Karhutla saat ini hanya tinggal di tiga daerah saja, yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman," ujar Edy.
Kendati luasan secara keseluruhan cukup signifikan, Edy memastikan kondisi lapangan saat ini sudah jauh membaik. Titik api aktif tersisa di tiga kabupaten dengan skala yang relatif kecil dan dalam penanganan intensif tim satgas darat maupun udara.
BPBD Riau menekankan bahwa tahap pendinginan (cooling down) menjadi fokus utama, terutama di areal tanah gambut. Langkah ini krusial untuk memadamkan bara api di lapisan bawah tanah guna mencegah timbulnya titik api baru. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dijalankan secara berkala setiap hari.***
Editor: Isman
Sumber: MC Riau