"Untuk saat ini PT. RAS masih dalam pengawasan dan nantinya kalau memang terbukti dan sengaja membuang limbah ke sungai, Dinas DLH dan masyarakat bersama Pemerintah Desa Pulau Birandang akan memberikan sanksi kepada PT. RAS," tutur Yuricho.
Sementara itu, Humas PT. RAS Indra Noaval. mengatakan, tim pengawas telah melakukan verifikasi terhadap pengaduan di PT. RAS
Terdapat 9 kolam IPAL yang semuanya telah terisi dikarenakan overflow pada kolam sebelumnya, sehingga sampai ke kolam 9.
"Dikarenakan bencana alam yakni curah hujan tinggi yang mengakibatkan longsor dan pohon tumbang menghantam pipa yang mengakibatkan pipa tersebut patah dan air limbah pada kolam 9 keluar," ujarnya.
Namum pihak perusahaan telah melakukan tindakan dan upaya dengan telah mengganti pipa outlet kolam 9 dan menimbun longsoran yang diakibatkan pohon tumbang dan sedang dilakukan pemindahan air limbah pada kolam 8 dan 9 ke kolam 5.(ali)***
"Untuk saat ini PT. RAS masih dalam pengawasan dan nantinya kalau memang terbukti dan sengaja membuang limbah ke sungai, Dinas DLH dan masyarakat bersama Pemerintah Desa Pulau Birandang akan memberikan sanksi kepada PT. RAS," tutur Yuricho.
Sementara itu, Humas PT. RAS Indra Noaval. mengatakan, tim pengawas telah melakukan verifikasi terhadap pengaduan di PT. RAS
Terdapat 9 kolam IPAL yang semuanya telah terisi dikarenakan overflow pada kolam sebelumnya, sehingga sampai ke kolam 9.
"Dikarenakan bencana alam yakni curah hujan tinggi yang mengakibatkan longsor dan pohon tumbang menghantam pipa yang mengakibatkan pipa tersebut patah dan air limbah pada kolam 9 keluar," ujarnya.
Namum pihak perusahaan telah melakukan tindakan dan upaya dengan telah mengganti pipa outlet kolam 9 dan menimbun longsoran yang diakibatkan pohon tumbang dan sedang dilakukan pemindahan air limbah pada kolam 8 dan 9 ke kolam 5.(ali)***