PEKANBARU, AmiraRiau.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) hingga, Selasa (14/4/2026) siang masih bertahan di Kantor Gubernur Riau. Mereka tetap menolak relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)
Sebelumnya ratusan massa ini mendirikan tenda di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, tepatnya di samping kantor Gubernur Riau pada, Senin (13/4/2026) kemarin. Massa mendirikan tenda karena tidak menemukan titik terang setelah melakukan audensi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Forkopimda Riau terkait tuntutan yang disampaikan saat unjuk rasa.
Sejak pagi massa aksi yang menginap di samping kantor Gubernur Riau sudah berkumpul di bawah tenda yang mereka dirikan. Massa aksi mendengarkan wejangan dari koordinasi massa aksi, Wandri Saputra Simbolon yang memberikan semangat.
"Saya minta jangan ada warga yang pulang dulu, sama-sama kita perjuangan hak kita," pinta Wandri.
Sebelum memberikan pengarahan, sang orator tak lupa melakukan absen warga dari masing-masing desa yang rencananya akan dilakukan relokasi oleh pemerintah dari TNTN.
Massa tolak relokasi dari TNTN mengancam mendirikan tenda di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, tepatnya di samping Kantor Gubernur Riau sampai, Sabtu (18/4/2026).
Koordinator umum aksi, Iwandri Saputra Simbolon, menyampaikan bahwa demonstrasi ini akan terus berlangsung hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah. Ia menyebutkan aksi direncanakan berlangsung dari Senin hingga Sabtu.
“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai ada kejelasan atas tuntutan masyarakat,” ujarnya.
Kawasan Kantor Gubernur Riau Kotor dan Berbau Pesing
Aksi massa ini tidak hanya menganggu arus lalu lintas, namun kondisi di sekitar area kantor gubernur Riau yang merupakan titik aksi demonstrasi tampak jorok dengan sampah makanan dan minuman berserakan di sepanjang jalan samping kantor gubernur.
Tak hanya itu, bau tidak sedap juga tercium di sekitar kendaraan yang mengangkut massa. Diduga, aroma tersebut berasal dari peserta aksi yang buang air kecil sembarangan.***