Abdul Wahid mengungkapkan kebahagiaannya dan berterimakasih sebab ulos dapat menjadi pelindung baginya. Ia menekankan peran penting masyarakat HKBP dalam membangun Pekanbaru yang aman, santun, dan damai, terutama dalam rangka merayakan usia HKBP yang telah memasuki tahun ke-58.
"Keberagaman di bumi Melayu ini luar biasa, kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis, menunjukkan bahwa Riau adalah komunitas untuk semua suku tanpa konflik," ujar Wahid.
Di tengah suasana akrab, Wahid juga menyampaikan pantun yang mengungkapkan kebanggaannya terhadap keragaman budaya: "Kayu bukan sembarang kayu, kayu dibelah dengan kapak, Melayu bukan sembarang Melayu, Melayu sudah bergabung dengan Batak."
Lebih lanjut, Wahid menegaskan bahwa semua orang sama, kecuali penjahat. Ia berharap dukungan dari persekutuan Batak di HKBP agar dapat memajukan Riau ke depan. "Doakan saya dalam perjalanan ini untuk membawa Riau lebih maju," tambahnya.***
Abdul Wahid mengungkapkan kebahagiaannya dan berterimakasih sebab ulos dapat menjadi pelindung baginya. Ia menekankan peran penting masyarakat HKBP dalam membangun Pekanbaru yang aman, santun, dan damai, terutama dalam rangka merayakan usia HKBP yang telah memasuki tahun ke-58.
"Keberagaman di bumi Melayu ini luar biasa, kita bisa hidup berdampingan dengan harmonis, menunjukkan bahwa Riau adalah komunitas untuk semua suku tanpa konflik," ujar Wahid.
Di tengah suasana akrab, Wahid juga menyampaikan pantun yang mengungkapkan kebanggaannya terhadap keragaman budaya: "Kayu bukan sembarang kayu, kayu dibelah dengan kapak, Melayu bukan sembarang Melayu, Melayu sudah bergabung dengan Batak."
Lebih lanjut, Wahid menegaskan bahwa semua orang sama, kecuali penjahat. Ia berharap dukungan dari persekutuan Batak di HKBP agar dapat memajukan Riau ke depan. "Doakan saya dalam perjalanan ini untuk membawa Riau lebih maju," tambahnya.***